Mau Merubah Kontrak/Perjanjian Di Tengah Jalan? Addendum Saja

Dok Ketenagakerjaan Perusahaan

Sematang apapun perencanaan Anda dalam bisnis, dalam pelaksanaannya masih memiliki peluang untuk bergeser seratus delapan puluh derajat jika kesuksesan itu memang bukan milik Anda. Karena itu dalam kontrak Anda perlu mengantisipasinya. Anda perlu membuka peluang untuk melakukan penyesuaian kontrak manakala Anda memerlukan perubahan strategi bisnis di lapangan. Anda dapat melakukannya dalam klausul addendum.

Addendum merupakan perubahan atau tambahan ketentuan dari kontrak ketika kontrak tersebut telah ditandatangani. Dalam kontrak, selain addendum sering juga dipakai istilah amandemen. Secara hukum, perubahan suatu kontrak yang sedang berjalan masih mungkin dilakukan setiap waktu sepanjang para pihak menyepakatinya.

Biasanya addendum dilakukan karena adanya penyesuaian antara isi kontrak dengan pelaksanaannya di lapangan. Penyesuaian itu dapat berupa perubahan ketentuan, atau karena adanya hal-hal yang belum diatur atau belum cukup diatur dalam kontrak induk sementara para pihak menginginkan ketegasan. Misalnya, perubahan biaya jasa, perubahan jangka waktu kontrak, atau perubahan moda pengangkutan.

Jika dalam pelaksanaan kontrak diperlukan adanya perubahan ketentuan, maka terlebih dahulu para pihak harus merundingkan perubahan itu dan menyepakatinya. Anda perlu duduk satu meja dengan vendor pengangkutan Anda untuk melakukan negosiasi ulang ongkos pengangkutan bahan baku karena terjadinya kenaikan BBM (Bahan Bakar Minyak). Hasil kesepakatan itulah yang dituangkan kedalam addendum. Pembuatan addendum untuk merubah kontrak lebih praktis ketimbang membuat perjanjian baru yang dapat memakan waktu dan biaya tambahan.

Meskipun dalam kontrak tidak dimasukan klausul mengenai addendum, namun hal itu tidak menyebabkan para pihak tidak dapat membuat addendum selama kontraknya masih valid. Para pihak, setiap waktu, masih dapat melakukan perubahan atau penambahan isi kontrak sepanjang para pihak menyepakatinya. Secara fisik, dokumen addendum terpisah dari dokumen kontrak induknya, namun secara hukum kedua dokumen itu merupakan satu kesatuan dan menjadi bagian yang tak terpisahkan. (Dadang Sukandar, S.H./www.legalakses.com)

Share Button

Komentar

Komentar