Berita Acara Serah Terima (BAST), Bukti Penyerahan Produk Jasa Dalam Perjanjian Pekerjaan Jasa

Dok Ketenagakerjaan Perusahaan

Menurut Pasal 1381 Kitab Undang-undang Hukum Perdata (KUH Perdata), pembayaran merupakan salah satu cara untuk mengakhiri sebuah perjanjian. Dengan dilakukannya pembayaran, maka berakhirlah perjanjiannya. Pembayaran lunas harga barang oleh pembeli kepada penjual akan mengakhiri perjanjian jual beli diantara mereka. Namun, berdasarkan pasal tersebut, istilah pembayaran tidak semata-mata diartikan sebagai pembayaran uang. Pembayaran bisa juga berarti penyerahan barang.

Pembayaran mempunyai pengertian yang lebih luas dari sekedar pembayaran uang, yaitu pelaksanaan kewajiban debitur kepada kreditur. Dalam transaksi jual beli yang sederhana, pembeli sebagai debitur berkewajban untuk membayar harga barang, dan dalam statusnya sebagai kreditur ia berhak memperoleh barangnya. Sebaliknya, penjual sebagai debitur berkewajiban untuk menyerahkan barang, dan dalam statusnya sebagai kreditur ia berhak menerima pembayaran harga barang. Karena pembayaran merupakan pelaksanaan kewajiban dari debitur kepada kreditur, maka pembayaran dapat berarti penyerahan uang dan penyerahan barang.

Bahkan, istilah pembayaran memiliki arti yang lebih luas lagi, dimana pembayaran uang tersebut tidak hanya bisa dilakukan oleh pembeli tapi bisa juga dilakukan oleh pihak ketiga untuk kepentingan pembeli. Demikian halnya penyerahan barang, seorang pembeli dapat membayar harga barang kepada penjual, namun penyerahan barangnya dapat dilakukan oleh pihak ketiga untuk kepentingan penjual.

Selain dalam jual beli barang, konsep pembayaran diatas berlaku juga dalam jual beli jasa. Dalam jual beli jasa, selain pelunasan biaya jasa dari pemberi kerja (debitur) kepada pelaksana kerja (kreditur), pembayaran bisa juga berarti penyerahan jasa (hasil pekerjaan jasa) dari pelaksana kerja (debitur) kepada pemberi kerja (kreditur).  

Menandakan penyerahan barang dalam transaksi jual beli biasanya lebih mudah dari pada menandakan penyerahan jasa dalam perjanjian pekerjaan jasa. Barang yang diserahkan oleh penjual kepada pembeli bentuknya secara fisik dapat diidentifikasi dengan mudah, juga dapat dilakukan dari tangan ke tangan. Hal itu tidak semudah ketika seorang pelaksana kerja, misalnya konsultan manajemen, menyerahkan jasa hasil pekerjaannya kepada pemberi kerja.

Karena sulitnya mengidentifikasi jasa secara fisik, maka sebaiknya penyerahan jasa dilakukan dengan proses formil. Dalam perjanjian pelaksana jasa konstruksi, misalnya, penyerahan itu biasanya dilakukan dengan berita acara serah terima hasil pekerjaan atau BAST. Konsep ini juga dapat diterapkan dalam bidang jasa lainnya, seperti pekerjaan jasa fotografer, web developer, atau jasa konsultan manajemen. Perintah pembuatan berita acara sebagai syarat penyerahan jasa dapat dimasukan ke dalam perjanjian, yang secara formil dapat menandakan telah diserahkannya jasa sebagai hasil dari pelaksanaan kerja – yang tanpa berita acara itu maka hasil pekerjaan jasanya dapat dianggap belum diterima oleh pemberi kerja. (Dadang Sukandar, S.H./www.legalakses.com).

Artikel terkait:

Share Button
Draf Perjanjian Dokumen Ketenagakerjaan Perusahaan

Komentar

Komentar