Cara Membatalkan Surat Wasiat

Dok Ketenagakerjaan Perusahaan

Untuk memeroleh harta warisan, misalnya sebidang tanah, dapat dilakukan dengan dua cara, yaitu dengan surat wasiat dan berdasarkan Kitab Undang-undang hukum perdata (KUHPerdata). Jika seseorang yang semasa hidupnya telah membuat surat wasiat untuk mewariskan harta kekayaannya kelak setelah ia meninggal dunia, orang tersebut sebelum meninggal dunia masih dapat membatalkannya. Pembatalan surat wasiat tersebut dapat dilakukan dengan cara pencabutan surat wasiat. Ada dua cara untuk mencabut wasiat, yaitu pencabutan secara tegas dan pencabutan diam-diam.

Dalam pencabutan surat wasiat secara tegas, pewaris (orang yang membuat surat wasiat) membuat surat wasiat baru tentang keadaan harta kekayaannya setelah ia meninggal dunia kelak. Surat wasiat yang baru tersebut mencabut surat wasiat sebelumnya yang pernah ia buat. Dengan pencabutan secara tegas, maka secara hukum surat wasiat sebelumnya menjadi tidak berlaku dan yang berlaku adalah surat wasiat terakhir.

Pencabutan surat wasiat secara diam-diam dapat dilakukan dengan cara membuat surat wasiat baru yang isinya bertentangan dengan surat wasiat sebelumnya. Meskipun dalam surat wasiat yang baru tidak secara tegas disebutkan mencabut surat wasiat sebelumnya, secara hukum, maka yang akan berlaku adalah surat wasiat yang terakhir. Surat wasiat sebelumnya dianggap telah dicabut.

Meski pembatalan wasiat dapat dilakukan dengan dua cara diatas, namun dalam KUHPerdata masih dibuka kemungkinan gugurnya pemberian warisan dengan wasiat. Hal ini seperti ditentukan dalam Pasal 838 KUHPerdata, yaitu bahwa penerima warisan (ahli waris) seperti yang disebutkan dalam surat wasiat dianggap tidak pantas menjadi ahli waris. Mereka adalah:

  • Orang yang telah dijatuhi hukuman karena membunuh atau mencoba membunuh pewaris.
  • Orang yang dengan putusan hakim pernah dipersalahkan karena dengan fitnah telah mengajukan tuduhan terhadap pewaris, bahwa pewaris pernah melakukan suatu kejahatan yang diancam dengan hukuman penjara lima tahun atau hukuman yang lebih berat lagi.
  • Orang yang telah menghalangi pewaris dengan kekerasan atau perbuatan nyata untuk membuat atau menarik kembali wasiatnya.
  • Orang yang telah menggelapkan, memusnahkan atau memalsukan wasiat dari pewaris.

(Dadang Sukandar, S.H./www.legalakses.com)

Artikel terkait:

Share Button

Komentar

Komentar