Draf Kontrak Dokumentasi Legal Ketenagakerjaan Perjanjian Usaha Bersama_

Cara Membuat Surat Gugatan Wanprestasi Kontrak

Untuk mengajukan gugatan wanprestasi kontrak, pertama-tama penggugat harus membuat surat gugatan, menandatanganinya, kemudian mendaftarkan gugatan itu ke kepaniteraan pengadilan negeri. Setelah dilakukan pemeriksaan dan gugatan itu dinyatakan memenuhi syarat, maka pengadilan akan melakukan panggilan sidang dan memeriksa serta memutus sengketa dalam proses persidangan. Meski surat gugatan tak memiliki format baku sebagai syarat formil, namun dalam praktek telah menjadi standar umum bahwa gugatan itu perlu diajukan dalam format tertentu. Format tersebut berisi setidaknya:

  • Kompetensi Pengadilan

Pada prinsipnya sebuah gugatan diajukan ke pengadilan yang wilayah hukumnya meliputi tempat tinggal tergugat (actor sequitur forum rei). Jika Penggugat berdomisili di Jakarta Selatan sementara tergugat berdomisili di Jakarta Utara, maka gugatan tersebut harus dijaukan ke pengadilan negeri jakarta utara (wilayah hukum tempat tinggal tergugat). Jika jumlah tergugat lebih dari satu orang dan mereka tidak tinggal di satu wilayah hukum, maka penggugat bebas memilih untuk menggugat mereka di pengadilan negeri yang wilayah hukumnya meliputi tempat tinggal salah seorang dari tergugat. Penyimpangan terhadap asas actor sequitor forum rei di atas dapat dilakukan jika misalnya tempat tinggal tergugat tidak dikenali. Dalam hal ini gugatan dapat diajukan ke pengadilan negeri yang wilayah hukumnya meliputi tempat tinggal penggugat. Apabila gugatan itu mengenai benda tetap, misalnya sengketa tanah, maka gugatan diajukan kepada pengadilan negeri yang wilayah hukumnya meliput benda tetap itu berada (forum rei sitae).

  • Identitas Para Pihak

Penulisan identitas para pihak (penggugat dan tergugat) merupakan syarat formil, yaitu wajib dicantumkan dalam gugatan. Data identitas yang wajib dimasukan ke dalam gugatan meliputi nama lengkap dan alamat. Penggugat juga dapat menambahkan keterangan lainnya seperti data pekerjaan atau agama, namun hal itu tidak wajib.

  • Fundamentum Petendi (Posita)

Posita merupakan alasan atau dasar gugatan, yaitu dalil-dalil yang harus diajukan  penggugat untuk menuntut haknya. Dasar gugatan itu terdiri dari dasar hukum dan dasar fakta. Dasar hukum dan dasar fakta harus nyambung dan menjadi dasar dari sebab-sebab diajukannya tuntutan hak. Jika penggugat menuntut pelunasan biaya jasa dari sebuah kontrak pekerjaan jasa, maka kontrak tersebut merupakan dasar hukumnya. Kontrak tersebut merupakan dasar dari lahirnya hak kreditur untuk memperoleh pelunasan biaya jasa dari debitur. Jika faktanya debitur tidak melunasi hak kreditur (wanprestasi), maka fakta tersebut merupakan dasar untuk dapat diajukannya tuntutan.

  • Tuntutan (Petitum)

Petitum merupakan pokok-pokok tuntutan penggugat, yaitu deskripsi yang menyebutkan satu persatu pokok tuntutan penggugat yang harus dinyatakan dan dibebankan kepada tergugat. Petitum gugatan merupakan syarat formil, yang jika tidak disebutkan maka gugatannya bisa menjadi tidak sah. Dalam gugatan pelunasan biaya jasa yang lahir dari kontrak pekerjaan jasa, menuntut agar tergugat melunasi biaya jasa merupakan petitum utama. Penggugat juga dapat mengajukan tuntutan tambahan, misalnya, tuntutan ganti kerugian dan bunga, atau menyita aset tergugat sebagai jaminan pelunasan.

Artikel terkait:

FOOTER LA - Panduan Membuat Kontrak Bisnis

Komentar

Komentar

Draf Kontrak Dokumentasi Legal Ketenagakerjaan Perjanjian Usaha Bersama_
   
POPULER