Daftar Pemegang Saham dan Daftar Khusus

Dok Ketenagakerjaan Perusahaan

Direksi Perseroan Terbatas (PT) wajib membuat dan menyimpan Daftar Pemegang Saham perseroan. Selain Daftar Pemegang Saham, Direksi juga wajib membuat dan menyimpan Daftar Khusus. Karena saham memberikan hak kepada pemiliknya untuk menghadiri dan mengeluarkan suara dalam RUPS, menerima pembayaran dividen dan sisa kekayaan hasil likuidasi serta hak-hak lainnya, maka dengan tidak dicatatnya saham dalam Daftar Pemegang Saham, maka pemilik saham tidak dapat melaksanakan hak-haknya tersebut. Daftar Pemegang Saham memuat sekurang-kurangnya:

  1. Nama dan alamat pemegang saham.
  2. Jumlah, nomor, tanggal perolehan saham yang dimiliki pemegang saham, dan klasifikasinya dalam hal dikeluarkan lebih dari satu klasifikasi saham.
  3. Jumlah yang disetor atas setiap saham.
  4. Nama dan alamat dari orang perseorangan atau badan hukum yang mempunyai hak gadai atas saham atau sebagai penerima jaminan fidusia saham dan tanggal perolehan hak gadai atau tanggal pendaftaran jaminan fidusia tersebut.
  5. Keterangan penyetoran saham dalam bentuk lain.

Daftar Khusus memuat keterangan mengenai saham anggota Direksi dan Dewan Komisaris beserta keluarganya dalam Perseroan atau Perseroan lain. Daftar Khusus juga memuat kronologi waktu saham itu diperoleh. Daftar Pemegang Saham dan Daftar Khusus mencatat setiap perubahan kepemilikan saham dan disediakan di tempat kedudukan Perseroan agar dapat dilihat oleh para pemegang saham.

Informasi mengenai besarnya kepemilikan saham anggota Direksi dan Dewan Komisaris dalam Daftar khusus dapat menunjukkan besarnya kepentingan anggota Direksi dan Dewan Komisaris tersebut pada Perseroan. Informasi tersebut dapat digunakan untuk menekan timbulnya pertentangan kepentingan (conflict of interest) yang mungkin timbul. (http://legalakses.com).

Share Button

Komentar

Komentar