Draf Surat Gugatan Cerai

 

Untuk men-DOWNLOAD draf SURAT GUGATAN CERAI dalam format word (.doc), silahkan kunjungi tautan di bawah ini.



DOWNLOAD DRAF SURAT GUGATAN CERAI


_______, __ __________ _____

Kepada Yth.,
Ketua Pengadilan Agama ____________
________________________
________________________
_________________

Perihal: Gugatan Cerai

Dengan hormat

Yang bertanda tangan di bawah ini

________________, agama Islam, umur __ tahun, pekerjaan swasta, bertempat tinggal di Jalan _________________ No. __, Kelurahan ___________, Kecamatan _________, Kabupaten ___________, Propinsi ____________, dalam gugatan ini selanjutnya disebut PENGGUGAT;

PENGGUGAT dengan ini hendak mengajukan gugatan cerai terhadap:

________________, agama Islam, umur __ tahun, pekerjaan swasta, bertempat tinggal di Jalan _________________ No. __, Kelurahan ___________, Kecamatan _________, Kabupaten ___________, Propinsi ____________, dalam gugatan ini selanjutnya disebut TERGUGAT;

Adapun yang menjadi dasar-dasar diajukannya gugatan cerai ini adalah sebagai berikut:

  1. Bahwa, pada tanggal __ ____________ ____ PENGGUGAT dan TERGUGAT telah melangsungkan perkawinan yang tercatat di Kantor Urusan Agama (KUA) Kecamatan _________, Kabupaten ____________ berdasarkan Akta Nikah No.: ______________ tertanggal __ ____________ _____;
  2. Bahwa, pada awal masa perkawinan, PENGGUGAT dan TERGUGAT telah tinggal bersama dan hidup rukun, bahkan PENGGUGAT dan TERGUGAT telah dikaruniai seorang anak __________ yang bernama ____________, lahir di ___________ pada tanggal ___ ___________ ______ dengan Akta Kelahiran No_____tertanggal_____;
  3. Bahwa, sejak kurang lebih __ (________) tahun terakhir, diantara PENGGUGAT dan TERGUGAT telah sering terjadi perselisihan dan pertengkaran, dan meskipun perselisihan dan pertengkaran tersebut sering berujung pada perdamaian, namun perselisihan dan pertengkaran tersebut tetap terulang secara terus-menerus;
  4. Bahwa, untuk mengatasi perselisihan dan pertengkaran tersebut, PENGGUGAT dan TERGUGAT telah melakukan berbagai upaya untuk menghindari terjadinya keretakan rumah tangga, antara lain dengan melakukan konsultasi perkawinan pada lembaga konsultan perkawinan, serta melibatkan pihak keluarga masing-masing PENGGUGAT dan TERGUGAT sebagai mediator, namun perselisihan yang terjadi diantara PENGGUGAT dan TERGUGAT terus saja berlangsung dan mengakibatkan keretakan rumah tangga PENGGUGAT dan TERGUGAT;
  5. Bahwa, dengan terjadinya perselisihan dan pertengkaran yang terus menerus tersebut, maka lembaga perkawinan yang telah dibina selama kurang lebih __ (________) tahun tersebut tidak lagi menjadi wadah untuk saling berbagai, saling menyayangi dan saling membantu satu sama lain, serta menanamkan budi pekerti terhadap anak dari PENGGUGAT dan TERGUGAT.

Berdasarkan uraian tersebut diatas, PENGGUGAT dengan ini memohon kepada Majelis Hakim yang memeriksa perkara ini untuk memutuskan sebagai berikut:

  1. Mengabulkan gugatan PENGGUGAT untuk seluruhnya;
  2. Menyatakan putusnya perkawinan antara PENGGUGAT dan TERGUGAT sebagaimana dimaksud dalam Akta Nikah No.: _______________ tertanggal ___________ yang tercatat di Kantor Urusan Agama Kecamatan ____________, Kabupaten ___________;
  3. Menyatakan hak asuh anak (hadhanah) berada di dalam kekuasaan PENGGUGAT;
  4. Menyatakan seluruh harta bersama dibagi 2 (dua) sama rata diantara PENGGUGAT dan TERGUGAT;
  5. Menghukum TERGUGAT untuk memberikan uang iddah kepada PENGGUGAT sebesar Rp. ___________ (______________ rupiah);
  6. Menghukum TERGUGAT untuk memberikan nafkah anak sebesar Rp. __________ (______________ rupiah) setiap bulan hingga anak dewasa;
  7. Menghukum TERGUGAT untuk membayar biaya perkara.

Apabila Majelis Hakim berkehendak lain, mohon putusan yang seadil-adilnya (ex aequo et bono).

 

Hormat PENGGUGAT,

 

_____________________

(http://legalakses.com)