Kapan Perusahaan Wajib Membuat “Surat Pengangkatan Karyawan Tetap”?

Dok Ketenagakerjaan Perusahaan

Seorang karyawan yang berada dalam masa percobaan (probation) merupakan karyawan yang berstatus tidak tetap. Status ini membuat hak-hak karyawan menjadi lemah, karena perusahaan dapat men-terminate karyawan jika performance-nya tidak sesuai dengan ukuran dan harapan perusahaan.

Sesuai Undang-undang No. 13 Tahun 2003 Tentang Ketenagakerjaan (UU Ketenagakerjaan), jangka waktu maksimal masa percobaan itu adalah 3 bulan. Setelah masa percobaan selesai, karyawan yang dianggap lulus akan menjadi karyawan tetap. Wajibkah perusahaan membuatkan surat keputusan khusus untuk mengangkatnya menjadi karyawan tetap?

Perlu tidaknya dibuat surat pengangkatan itu tergantung dari perjanjian kerja diantara perusahaan dan karyawan. Karyawan yang berada dalam masa percobaan merupakan karyawan yang tunduk pada perjanjian kerja untuk waktu tidak tertentu (PKWTT). Dalam PKWTT, perusahaan dan karyawan saling membutuhkan untuk bekerja sama dalam hubungan kerja jangka panjang (tanpa batas waktu). Hal ini dapat dibedakan misalnya dengan karyawan kontrak berdasarkan perjanjian kerja untuk waktu tertentu (PKWT).

Sebagai sebuah perjanjian, PKWTT dapat dibuat secara tertulis maupun secara lisan. Jika PKWTT dibuat secara tertulis, maka setelah masa percobaan 3 bulan selesai, karyawan yang bersangkutan otomatis menjadi karyawan tetap. Naiknya status menjadi karyawan tetap ini terjadi secara hukum, sehingga tidak wajib dilakukan dengan surat pengangkatan.

Beda halnya jika PKWTT hanya diperjanjikan secara lisan (PKWTT tidak dibuat secara tertulis), maka pengangkatan menjadi karyawan tetap harus dilakukan dengan surat pengangkatan. Hal ini sebagaimana ditentukan dalam Pasal 63 Ayat (1) UU Ketenagakerjaan:

“Dalam hal perjanjian kerja waktu tidak tertentu dibuat secara lisan, maka pengusaha wajib membuat surat pengangkatan bagi pekerja/buruh yang bersangkutan.”

Hal ini merupakan konsekwensi logis bagi jaminan hak-hak karyawan dan kewajiban perusahaan, khususnya karyawan dan perusahaan yang sepakat untuk menjalin hubungan kerja mereka berdasarkan PKWTT. Karyawan tersebut tentu saja tidak dapat dibiarkan menjalankan pekerjaannya tanpa jaminan hukum yang berifat tetap, sementara UU Ketengakerjaan sendiri mensyaratkan kondisi tidak tetap itu maksimal hanya 3 bulan.

Surat pengangkatan karyawan tetap adalah surat keputusan perusahaan, yang tentu saja dibuat dan ditandatangani oleh Direksi atau kuasanya, untuk mengangkat karyawan dalam masa percobaan menjadi karyawan tetap. Selain merupakan tanda prestasi kerja, surat pengangkatan juga merupakan bukti masa kerja karyawan. Namun yang terpenting, sebagai bukti hukum, surat pengangkatan merupakan jaminan hukum terhadap hak-hak karyawan. Surat pengangkatan karyawan sekurang-kurangnya memuat keterangan-keterangan sebagai berikut:

  • Nama dan alamat karyawan
  • Tanggal karyawan mulai bekerja
  • Jenis pekerjaan
  • Besarnya upah

(www.legalakses.com)

 

DOWNLOAD

Share Button

Komentar

Komentar

New Picture (5)
IMG_1546Menggunaan Alamat Rumah Tinggal Untuk Domisili Perusahaan IMG_1090 Hilangnya Tanah Milik Dalam Perkawinan Campuran Start Up2Mau Mulai Usaha? Ini Jenis-jenis Badan Usahanya House for sale2Yang Perlu Diperhatikan Dalam PPJB Tanah
Sewa TokoMenghindari Sengketa Hukum Pemilik Tanah Dalam Sewa Toko SKT2Menjual Tanah Non Sertifikat Tanp surat Tanah Legal OfficerFungsi Legal Officer Dalam Perusahaan WaralabaMembangun Bisnis Waralaba (Free Ebook)