Draf Kontrak Dokumentasi Legal Ketenagakerjaan Perjanjian Usaha Bersama_

Membeli tanah Warisan

Proses membeli tanah warisan tidak sama dengan membeli tanah hak milik pada umumnya. Saat membeli tanah warisan perlu dilakukan beberapa pemeriksaan tambahan penting untuk menjamin keamanan bertransaksi.Pada prinsipnya, ketika seseorang meninggal dunia, maka seluruh harta kekayaanya akan jatuh kepada para ahli warisnya. Karena secara hukum para ahli waris ini terbagi dalam beberapa golongan, maka saat membeli tanah warisan perlu dipastikan anda berhadapan dengan ahli waris yang sah (sesuai golongannya).

Jika ahli waris ternyata lebih dari satu orang, maka sebaiknya anda bertransaksi dengan seluruh ahli waris. Jika, misalnya, ahli warisnya tiga orang, maka ketiga ahli waris itu harus menandatangani Akta Jual beli (AJB). Jika salah satu atau lebih ahli waris tidak dapat hadir untuk ikut menandatangani AJB, maka ahli waris yg tidak hadir itu dapat diwakili oleh orang lain dengan syarat ada pemberian kuasa. Pemberian kuasa semacam itu harus dilakukan dengan akta notaris. Bahkan, jika diperlukan, dalam transaksi jual beli tanah warisan seluruh ahli waris dapat memberikan kuasanya ke salah seorang ahli waris saja untuk menandatangani AJB.

Jika dalam jual beli tanah pada umumnya diperlukan adanya persetujuan suami/istri, maka dalam jual beli tanah warisan persetujuan semacam itu tidak diperlukan. Perlunya persetujuan suami istri adalah karena tanah tersebut termasuk ke dalam harta bersama (gono-gini), sedangkan dalam hal pewarisan, pada prinsipnya tanah warisan tidak masuk ke dalam harta bersama melainkan menjadi hak pribadi suami atau istri yang menerimanya.

Hal terpenting lainnya dalam membeli tanah warisan adalah memeriksa keabsahan dari para Pewaris dan ahli warisnya. Untuk memastikan bahwa tanah tersebut benar tanah warisan karena pemiliknya telah meninggal dunia, maka diperlukan adanya Surat Keterangan Kematian. Surat keterangan tersebut yang membuktikan bahwa orang yang namanya tersebut di sertifikat tanah memang benar telah meninggal dunia. Sedangkan untuk membuktikan bahwa anda benar-benar berhadapan dengan ahli warisnya yang sah, maka anda perlu memeriksa Surat Keteraangan Ahli Waris. Surat tersebut menerangkan siapa-isiapa saja yang menjadi ahli waris dari orang yang meninggal.

Nah, telitilah sebelum membeli tanah warisan.

(http://legalakses.com)

Download artikel “Membeli Tanah Warisan” diatas disini.

 

Artikel Terkait:

  1. Turun Waris
  2. Membagi Harta Warisan
  3. Jual Beli Tanah dan Bangunan
  4. Cara Menghitung BPHTB (Bea Peroleh Hak Atas Tanah dan Bangunan) Dalam Jual Beli Tanah
  5. Contoh Surat Wasiat (Testament)
  6. Contoh Surat Kuasa Para Ahli Waris Untuk Melakukan Pembagian Harta Warisan
  7. Contoh Surat Kuasa Mewakili Ahli Waris Untuk Menjual Harta Warisan (Tanah dan Bangunan)
  8. Contoh Surat Kuasa Ahli Wari

 

FOOTER LA - Panduan Membuat Kontrak Bisnis

Komentar

Komentar

Draf Kontrak Dokumentasi Legal Ketenagakerjaan Perjanjian Usaha Bersama_
   
POPULER