Jangka Waktu Penyimpanan Dokumen Perusahaan Selama 10 Tahun

Dok Ketenagakerjaan Perusahaan

Pembuatan dan penyimpanan dokumen perusahaan diperlukan untuk menjamin kepastian hukum dari setiap tindakan atau keadaan perusahaan. Pembuatan dan menyimpan dokumen perusahaan harus efektif dan efisien, dengan semaksimal mungkin mengurangi beban ekonomis dan administratif. Di sisi lain, perkembangan teknologi saat ini juga menuntut adanya pembaharuan mengenai media yang memuat dokumen. Untuk membuat dan menyimpan dokumen perusahaan secara efektif dan efisien, sejak tahun 1997 pemerintah telah memberikan guideline melalui Undang-undang Nomor 8 Tahun 1997 Tentang Dokumen Perusahaan.

UU Dokumen Perusahaan menentukan, bahwa setiap perusahaan, baik perseorangan maupun badan usaha, wajib membuat catatan mengenai kegiatannya – khususnya aktifitas yang berkaitan langsung dengan keuangan. Catatan itu terdiri dari neraca tahunan, perhitungan laba rugi tahunan, rekening, jurnal transaksi harian, atau catatan mengenai hak dan kewajiban lainnya – catatan-catatan itu dibuat sesuai dengan kebutuhan perusahaan.

Catatan itu wajib dibuat dengan dalam bahasa Indonesia, dan dan jika memiliki izin dari Menteri Keuangan, barulah catatan-catatan itu bisa disusun dalam bahasa asing. Catatan mengenai neraca tahunan, perhitungan laba rugi tahunan, atau tulisan lain yang menggambarkan neraca dan laba rugi, wajib ditandatangani oleh pimpinan perusahaan – atau oleh pejabat perusahan yang ditunjuk.

Catatan-catatan perusahaan, khususnya catatan mengenai keuangan, harus dibuat paling lambat 6 (enam) bulan terhitung sejak akhir tahun buku perusahaan. Catatan mengenai neraca tahunan, perhitungan laba rugi tahunan, atau tulisan lain yang menggambarkan neraca dan laba rugi, juga harus dibuat di atas kertas, sedangkan catatan rekening, jurnal transaksi harian, atau tulisan yang berisi hak dan kewajiban lainnya dapat dibuat di atas kertas maupun dalam sarana lainnya.

Catatan-catatan tersebut  wajib disimpan selama 10 (sepuluh) tahun terhitung sejak akhir tahun buku perusahaan yang bersangkutan. Jangka waktu tersebut disusun oleh perusahaan dalam suatu jadwal retensi yang ditetapkan dengan keputusan pimpinan perusahaan. Kewajiban penyimpanan tersebut tidak menghilangkan fungsi dokumen yang bersangkutan sebagai alat bukti.

(www.legalakses.com)

Artikel terkait:

  1. Dokumen Perusahaan
  2. Mengalihkan Dokumen Kertas Ke Mikrofilm dan Digital
Share Button

Komentar

Komentar

New Picture (5)
IMG_1546Menggunaan Alamat Rumah Tinggal Untuk Domisili Perusahaan IMG_1090 Hilangnya Tanah Milik Dalam Perkawinan Campuran Start Up2Mau Mulai Usaha? Ini Jenis-jenis Badan Usahanya House for sale2Yang Perlu Diperhatikan Dalam PPJB Tanah
Sewa TokoMenghindari Sengketa Hukum Pemilik Tanah Dalam Sewa Toko SKT2Menjual Tanah Non Sertifikat Tanp surat Tanah Legal OfficerFungsi Legal Officer Dalam Perusahaan WaralabaMembangun Bisnis Waralaba (Free Ebook)