Mengantisipasi Resiko Bisnis: Tuangkan Checklist Resiko Bisnis Ke Dalam Kontrak

Jasa Contract Drafting

RESIKO BISNIS KONTRAK

Dalam menjalankan usaha atau bisnis, tentu Anda akan lekat dengan resiko bisnis, faktor yang seharusnya telah Anda pertimbangkan sebelum memulainya. Dagangan bisnis Anda bisa tidak laku, terlambat, tertipu, kecelakaan, atau sederet resiko lainnya yang dapat menggiring usaha Anda ke lubang kebangkrutan. Namun seperti pelajaran yang sudah-sudah, kita senantiasa menghibur diri dengan mengatakan disinilah seninya bisnis. Resiko gagal dan celaka itu selalu ada. Resiko salah teknis, ditipu, kecelakaan, atau khilaf, terbentang seluas volume dagangan usaha Anda.

Hanya Andalah yang tahu resiko bisnis Anda sendiri. Hanya Andalah yang mampu untuk membuat checklist resiko-resiko Anda dalam berbisnis. Menjalankan bisnis tidak hanya membutuhkan skill yang memadai, tapi juga intuisi, dan resiko menjadi satu paket di dalamnya. Saran terbaik untuk menanggulangi resiko-resiko itu adalah: buatlah checklist resiko bisnis Anda sepanjang-panjangnya dan tuangkan daftar daftar resiko bisnis yang relevan ke dalam kontrak.

Kalau Anda akan memilih calon vendor pengangkut-pengangkut suplai bahan baku usaha Anda, pilihlah mereka yang bersedia memberikan jaminan ganti rugi kalau barang Anda hilang atau rusak di perjalanan. Juga untuk menghindari transporter Anda dari keterlambatan mengantar bahan baku, Anda dapat mengancamnya dengan denda keterlambatan. Tuangkan klausul itu semua di dalam kontrak pengangkutan Anda.  

Meski dalam pelaksanaannya kadang sulit dibendung, resiko-resiko bisnis masih bisa diantisipasi, atau setidaknya diminimalisir, dengan kontrak. Untuk menghindari resiko kerugian dari kontraktor yang masih Anda ragukan kompetensinya, dalam kontrak Anda juga bisa memasukan klausul jaminan, yaitu memasukan aset berharga milik kontraktor, misalnya tanah, sebagai jaminan ketepatan hasil kerjanya. Kalau janji-janji itu tak ditepati, Anda mempunyai landasan untuk menggugatnya (ganti rugi materil, menuntut denda keterlambatan atau menyita jaminan).

Jadi, susunlah sebanyak-banyaknya daftar resiko bisnis Anda dan siapkan klausul-klausul draf kontrak yang fair untuk mengantisipasinya. Dengan demikian, maka sebuah kontrak pada dasarnya mempunyai dua fungsi, yaitu selain sebagai SOP untuk mengatur pelaksanaan bisnis dan kerja sama diantara para pihak, juga berfungsi sebagai alat bukti hukum. Selain memiliki kekuatan administrasi, kontrak juga memiliki daya paksa hukum. (www.legalakses.com/Dadang Sukandar, S.H.)

Artikel terkait:

Draf Kontrak

Komentar

Komentar