Pelajari Kembali Kontrak Anda!

Dok Ketenagakerjaan Perusahaan
Judul:
Membuat Surat Perjanjian
ISBN:
978-979-29-2535-7
Penulis:
Dadang Sukandar, S.H.
Format/Jml. Halaman:
16×23, x + 166 halaman
Harga:

Rp. 34.000

Pertama kali menginjakan kaki di profesi hukum saya bekerja di sebuah klinik hukum (namanya benar-benar klinik hukum). Saya ingat dengan seorang pengunjung klinik hukum waktu itu, penampilannya mirip orang sakit – mengenakan sweater dan syal. Ternyata orang itu benar-benar sakit, sepertinya flu. Ia sedang mencari dokter. Saya jelaskan padanya bahwa ini adalah klinik hukum, bukan klinik medis. Orang itu malah ngeyel. “Kalau memang kantor hukum kenapa pakai nama klinik?” katanya. Saya cuma mengangkat bahu karena tak mungkin berdebat dengan orang sakit, jadi hanya menyarankannya menemui dokter terdekat saja.

Layaknya orang sakit yang harus segera diberangkatkan ke dokter, saya pun menyarankan agar Anda menemui seorang pengacara jika hendak membuat kontrak. Hal ini penting mengingat sekali Anda menandatangani kontrak, maka Anda akan terlibat dalam sebuah hubungan hukum, menanggung segala akibat hukumnya, dan terikat pada kewajiban-kewajiban yang muncul. Pengacara dibutuhkan saat pengusaha dihadapkan pada keputusan yang mempunyai konsekwensi hukum. Dalam kehidupan sehari-hari, Anda tidak perlu menjadi seorang pengusaha sebagai syarat untuk menyewa pengacara, karena kehidupan sosial pada dasarnya ditumpuk diatas fondasi-fondasi peraturan. Seberapa sering dalam sehari Anda menghadapi transaksi bisnis, jual beli, sewa-menyewa, hutang-piutang, pembagian warisan dan perceraian, sebanyak itulah Anda bersentuhan dengan hukum – bahkan ketika Anda tidur siangpun hukum dari kontrak bisnis Anda tetap berdenyut.

Dalam keseharian banyak sekali orang awam hukum, dan banyak pula diantara mereka direktur perusahaan, membuat kontrak mereka sendiri tanpa konsultasi dengan pengacaranya. Hal ini dilakukan dengan pertimbangan, misalnya, karena posisi salah satu pihak inferior, atau para pihak percaya penuh pada lawan bisnisnya sehingga lebih menekankan pada sisi realisasi bisnisnya ketimbang kontrak – atau bisa juga karena biaya konsultasi hukum itu mahal sementara hubungan hukumnya sendiri mungkin sederhana. Bila anda termasuk orang yang demikian, yaitu orang yang memaksakan diri untuk membuat kontrak Anda sendiri, maka buku ini hadir tepat untuk Anda, memandu Anda menelusuri kembali isi kontrak yang Anda buat dan mendefinisikan kembali hak dan kewajiban Anda di dalamnya.

Anggap saja sekarang Anda sudah memutuskannya: membuat kontrak Anda sendiri tanpa bimbingan pengacara. Untuk itu pertama-tama Anda perlu memahami bahwa ada dua cara untuk membuat kontrak: cara yang sederhana dan cara yang repot. Cara sederhananya adalah dengan menandatangani begitu saja kontrak proyek yang sudah terhampar di meja Anda – buat apa lagi  dibahas, toh sebelumnya Anda sudah meeting berkali-kali dengan rekan bisnis Anda. Cara kedua, adalah cara yang repot. Saya katakan repot karena sebelum Anda menandatangani kontrak, bahkan sebelum Anda membuat drafnya, Anda harus melakukan serangkaian negosiasi dengan lawan kontrak Anda, meneliti kembali draf kontrak itu bagian perbagian, melakukan koreksi di beberapa pasal menyangkut substansi dan istilah, atau jika perlu menegosiasikan ulang beberapa kondisi teknis.

Dengan demikian buku ini bercorak praktis, dengan tujuan agar Anda yang awam hukum juga dapat memahami cara membuat kontrak dalam mempersiapkan diri menghadapi proyek-proyek besar Anda – atau jika Anda belum berkesempatan memperoleh proyek besar itu, setidaknya pengetahuan dalam buku ini  bisa Anda praktekan juga dalam keseharian, misalnya saat Anda membeli rumah atau meminjam uang. (http://legalakses.com).

Daftar Isi:

Kata Pengantar
Bab 1: Pelajari Kembali Kontrak Anda
Bab 2: Kontrak dan Hukum
Bab 3: Membuat, Melaksanakan, dan Menyelesaikan Sengketa Kontrak
Bab 4: Menyusun Isi Kontrak
Bab 5: Contoh-contoh Kontra dan Surat Kuasa
Share Button
New Picture (5)
IMG_1546Menggunaan Alamat Rumah Tinggal Untuk Domisili Perusahaan IMG_1090 Hilangnya Tanah Milik Dalam Perkawinan Campuran Start Up2Mau Mulai Usaha? Ini Jenis-jenis Badan Usahanya House for sale2Yang Perlu Diperhatikan Dalam PPJB Tanah
Sewa TokoMenghindari Sengketa Hukum Pemilik Tanah Dalam Sewa Toko SKT2Menjual Tanah Non Sertifikat Tanp surat Tanah Legal OfficerFungsi Legal Officer Dalam Perusahaan WaralabaMembangun Bisnis Waralaba (Free Ebook)