Peralihan Tanah Warisan Kepada Ahli Waris (Turun Waris)

Dok Ketenagakerjaan Perusahaan

Ketika seseorang meninggal dunia, maka secara hukum seluruh harta kekayaannya akan beralih kepada ahli warisnya. Peralihan itu pertama-tama harus mengutamakan wasiat dari pewaris (orang yang meninggal dunia), namun jika tak ada wasiat maka pelaksanaannya dilakukan sesuai ketentuan undang-undang.

Peralihan itu meliputi juga kekayaan benda tak bergerak seperti tanah, baik tanah bersertifikat maupun tanah non-sertifikat. Sesuai prinsip hukumnya, bahwa untuk mengalihkan kepemilikan hak atas tanah harus melibatkan pejabat umum, maka peralihan hak atas tanah ke tangan ahli waris juga harus didaftarkan di kantor pertanahan.

Pendaftaran itu ditegaskan dalam Peraturan Pemerintah No. 24 Tahun 1997 Tentang Pendaftaran Tanah (PP 24/1997). Menurut peraturan tersebut, peralihan tanah karena waris harus didaftarkan di kantor pertanahan setempat. Umumnya pendaftaran tanah karena waris disebut juga turun waris. Untuk melakukan turun waris, ahli waris harus menyampaikan dokumen-dokumen berikut:

  1. Asli Sertifikat Tanah
  2. Surat Keterangan Kematian
  3. Surat Keterangan Ahli Waris

Jika bidang tanah dalam turun waris belum bersertifikat, maka selain Surat Keterangan Kematian dan Surat Keterangan Ahli Waris, pendaftar juga wajib menyerahkan alat-alat bukti tambahan. Alat bukti tambahan itu mengenai adanya hubungan hak antara orang yang meninggal dengan bidang tanahnya. Alat bukti itu dapat berupa dokumen tertulis atau keterangan saksi, atau pernyataan pendaftar yang kadar kebenarannya dianggap cukup.  

Apabila alat-alat pembuktian itu tidak tersedia secara lengkap, maka pembukuan hak dapat juga dilakukan berdasarkan kenyataan penguasaan fisik bidang tanah yang bersangkutan. Penguasaan itu harus telah berlangsung minimal selama 20 tahun berturut-turut. Penguasaan itu juga harus dilakukan dengan itikad baik dan terbuka, serta diperkuat oleh kesaksian orang yang dapat dipercaya ditambah surat keterangan Kepala Desa/Kelurahan.

Ahli Waris Lebih Dari Seorang

Jika ahli waris lebih dari satu orang, turun waris dilakukan kepada semua ahli waris berdasarkan surat tanda bukti sebagai para ahli waris. Pendaftaran peralihan haknya dilakukan kepada para penerima waris yang berhak sebagai hak bersama. Kantor pertanahan akan memasukan semua nama ahli waris ke dalam sertifikat tanah. Dengan demikian maka bisa terjadi bahwa nama dalam sertifikat tanah bisa lebih dari satu orang.   

Jika para ahli waris itu lebih dari satu orang dan semua sepakat untuk menyerahkan bidang tanah tersebut kepada salah satu ahli waris, maka selain surat tanda bukti sebagai ahli waris disampaikan juga akta pembagian waris. Akta ini yang menerangan bahwa hak atas tanah jatuh kepada seorang penerima waris. Dalam prosesnya, selain tanda bukti sebagai ahli waris, turun waris kepada satu orang ini juga dilakukan berdasarkan akta pembagian waris tersebut.   

Peralihan hak atas tanah karena warisan hanya dapat didaftarkan jika dibuktikan dengan akta yang dibuat oleh Pejabat Pembuat Akta Tanah (PPAT). PPAT wajib mendaftarkan akta tersebut ke kantor pertanahan selambat-lambatnya 7 hari kerja sejak tanggal ditandatanganinya akta. PPAT wajib menyampaikan pemberitahuan tertulis mengenai telah disampaikannya akta tersebut kepada para pihak yang bersangkutan (www.legalakses.com).

Surat Wasiat (Testament)

DOWNLOAD

Kesepakatan Pembagian Waris

DOWNLOAD

Share Button

Komentar

Komentar