Perjanjian Pinjam Pakai

Dok Ketenagakerjaan Perusahaan

Perjanjian Pinjam Pakai adalah perjanjian dimana pihak yang satu (orang yang meminjamkan) memberikan suatu barang kepada pihak lain (Peminjam), untuk dipakai secara cuma-cuma dengan syarat: Peminjam wajib mengembalikannya setelah barang tersebut dipakai atau setelah lewatnya waktu tertentu seperti yang diperjanjikan.  Dalam Perjanjian Pinjam Pakai, barang yang dipinjamkan adalah barang yang tidak habis atau musnah karena pemakaian. Barang tersebut dipinjamkan secara cuma-cuma, yaitu tanpa adanya kontraprestasi dari Peminjam kepada orang yang meminjamkan. Dalam Perjanjian Pinjam Pakai, hak atas kepemilikan barang tetap berada di tangan orang yang meminjamkan. Peminjam hanya mempunyai hak untuk memakainya saja. Misalnya, seorang kakak meminjamkan apartemen miliknya kepada adiknya selama setahun, tanpa dikenakan biaya apapun selain biaya fasilitas yang dibayarkan sendiri oleh adiknya sebagai penghuni apartemen.

Pada prinsipnya, segala hak dan kewajiban yang muncul dari Perjanjian Pinjam Pakai dapat beralih kepada ahli warisnya jika salah satu pihak, atau keduanya, meninggal dunia. Pengecualiannya adalah jika Perjanjian Pinjam Pakai itu dilakukan dengan mengingat bahwa barang tersebut dipinjamkan secara pribadi dan melekat hanya pada Peminjam, maka ahli waris dari Peminjam tidak dapat menerima warisan berupa hak Pinjam Pakai tersebut. Misalnya, mobil dinas seorang pejabat adalah hak pinjam pakai dari pejabat yang bersangkutan untuk keperluan dinas sehari-harinya. Jika pejabat tersebut meninggal dunia, maka hak pinjam pakai atas mobil itu tidak dapat beralih ke ahli warisnya, malinkan harus dikembalikan.  

Perjanjian Pinjam Pakai juga merupakan perjanjian sepihak (unilateral), yaitu orang yang meminjamkan hanya berkewajiban memberikan prestasi saja kepada Peminjam berupa hak pinjam pakainya, sedangkan si Peminjam tidak berkewajiban memberikan kontraprestasi apapun kepada orang yang meminjamkan. Hal ini seperti telah diuraikan diatas, bahwa Perjanjian Pinjam Pakai bersifat “cuma-cuma”.  

Dalam Perjanjian Pinjam Pakai, Peminjam berkewajiban untuk menjaga dan memelihara obyek pinjam pakai itu sebaik mungkin. Undang-undang mewajibkan bahwa Peminjam wajib menyimpan dan memelihara barang pinjaman itu sebagai seorang bapak rumah yang baik. Peminjam tidak dapat menggunakan obyek pinjam pakai itu untuk keperluan lain selain peruntukannya sebagaimana yang ditetapkan dalam perjanjian. Penggunaan obyek Pinjam Pakai untuk keperluan lain, termasuk lebih lama dari waktu yang diperjanjikan, dapat mengyebabkan si Peminjam bertanggung jawab atas musnahnya barang tersebut sekalipun kejadian itu tidak disengaja. Misalnya, jika sebuah mobil dipinjamkan oleh A kepada B untuk keperluan mengangkut pengantin dalam sebuah pesta perkawinan keponakannya, kemudian B ternyata menyewakan mobil tersebut kepada keponakannya. Apabila mobil tersebut rusak atau hilang, maka B sebagai Peminjam wajib untuk memperbaiki atau mengganti kerusakan atau kehilangan tersebut. Kewajiban memperbaiki atau mengganti itu timbul karena B selaku Peminjam menggunakannya untuk keperluan komersil, sementara perjanjiannya dengan A peminjaman itu untuk keperluan pesta perkawinan keponakannya yang bersifat cuma-cuma.

Jika si Peminjam telah mengeluarkan biaya-biaya untuk keperluan menggunakan obyek Pinjam Pakai, maka biaya-biaya tersebut merupakan tanggung jawab dari si Peminjam sendiri. Misalnya, A meminjamkan rumah untuk digunakan B sebagai tempat tinggal, maka segala biaya yang perlu dikeluarkan B untuk menempati rumah tersebut, seperti misalnya biaya mengangkut barang ke rumah itu, adalah tanggung jawab B sendiri. Namun apabila si Peminjam terpaksa mengeluarkan biaya yang sifatnya mendesak demi untuk menyelamatkan barang tersebut, dimana ia tidak sempat memberitahukannya kepada orang yang meminjamkan, maka orang yang meminjamkan itu berkewajiban untuk mengganti biaya-biaya yang telah dikeluarkan oleh Peminjam.

Dalam Perjanjian Pinjam pakai juga berlaku ketentuan bahwa orang yang meminjamkan tidak dapat meminta kembali barang pinjaman tersebut selain setelah lewatnya waktu yang ditentukan dalam Perjanjian. Jika dalam Perjanjian Pinjam Pakai tidak ditentukan jangka waktu, maka permintaan pengembalian itu hanya dapat dilakukan setelah barang tersebut dipakai. Kewajiban lainnya dari orang yang meminjamkan adalah, jika barang tersebut mengandung cacat hingga orang yang memakainya dapat dirugikan karena cacat tersebut, maka orang yang meminjamkan bertanggung jawab atas kerugian yang diderita Pemakai jika ia mengetahui adanya cacat tersebut dan tidak memberitahukannya kapada Peminjam. (www.legalakses.com).

Artikel Terkait:

Share Button

Komentar

Komentar

New Picture (5)
IMG_1546Menggunaan Alamat Rumah Tinggal Untuk Domisili Perusahaan IMG_1090 Hilangnya Tanah Milik Dalam Perkawinan Campuran Start Up2Mau Mulai Usaha? Ini Jenis-jenis Badan Usahanya House for sale2Yang Perlu Diperhatikan Dalam PPJB Tanah
Sewa TokoMenghindari Sengketa Hukum Pemilik Tanah Dalam Sewa Toko SKT2Menjual Tanah Non Sertifikat Tanp surat Tanah Legal OfficerFungsi Legal Officer Dalam Perusahaan WaralabaMembangun Bisnis Waralaba (Free Ebook)