Surat Berharga dan Surat Yang Mempunyai Harga

Dok Ketenagakerjaan Perusahaan

Dalam lalu lintas perdagangan, tidak semua pembayaran dilakukan dengan uang tunai. Pembayaran barang dapat juga dilakukan dengan surat berharga. Hal ini terutama untuk transaksi yang nilainya besar. Selain praktis, penggunaan surat berharga juga aman. Praktis, berarti orang yang wajib membayar tidak perlu membawa uang tunai dalam jumlah besar, cukup dengan selembar surat. Aman, karena pembayaran dilakukan dengan prosedural teknis, sehingga orang yang wajib membayar terhindar dari potensi, misalnya, perampokan.

Peraturan perundang-undangan tidak memberi definisi khusus tentang pengertian surat berharga, namun praktisnya dapat diartikan sebagai surat yang sengaja diterbitkan untuk melaksanakan pembayaran sejumlah uang, sebagai pengganti uang tunai. Surat berharga di dalamnya mengandung perintah, dari pembayar kepada pihak ketiga, untuk membayar sejumlah uang kepada pemegang surat tersebut. Dengan diterbitkannya surat berharga, misalnya cek, maka penerbit menyerahkan kepada pemegang cek suatu hak tagih, yaitu hak untuk memperoleh pembayaran dari bank.

Bagi pemegang surat berharga, surat itu merupakan bukti bahwa pemegang surat adalah pihak yang berhak atas pembayaran sebagaimana tersebut di dalamnya. Cukup dengan menunjukan surat berharga itu di hadapan pihak yang menyanggupi melakukan pembayaran, maka pemegang surat berharga akan menerima langsung pembayaran. Bagi pihak yang menyanggupi pembayaran, ia tidak wajib menyelidiki, apakah orang yang memegang surat berharga itu merupakan orang yang berhak atau bukan.

Pengalihan surat berharga dapat dilakukan secara sederhana, misalnya dari tangan ke tangan. Dalam pengalihan ini, seorang penjual tanah dapat menyerahkan cek pembayaran tanah itu kepada familinya, misalnya anaknya, dan memintanya pergi ke bank guna mencairkan cek tersebut. Dengan demikian maka surat berharga mempunyai 3 fungsi utama, yaitu sebagai alat pembayaran, alat untuk memindahkan hak tagih, dan sebagai bukti hak tagih. Macam-macam surat berharga misalnya: wesel, cek, saham, obligasi dan commercial paper.

Dalam prakteknya, surat berharga (waarde papier) kadang diselisihpahamkan dengan surat yang mempunyai harga (papier van waarde). ”Surat berharga” berbeda dengan “surat yang mempunyai harga”. Surat yang mempunyai harga diterbitkan bukan untuk sebagai alat pengganti pembayaran tunai, melainkan sebagai bukti bahwa pemegangnya adalah orang yang berhak atas apa yang dinyatakan di dalamnya. Misalnya, surat pengakuan hutang yang dibuat oleh seorang debitur untuk kepentingan krediturnya, merupakan alat bukti bahwa debitur mempunyai hutang kepada kreditur. Surat pengakuan hutang itu bukan merupakan alat pengganti pembayaran hutang debitur kepada krediturnya, dan juga surat itu tidak dapat dialihkan kepada pihak lain. Debitur adalah pihak satu-satunya yang berkewajiban membayar hutangnya kepada kreditur. Jika kreditur mengalihkan hak tagihnya kepada pihak lain, maka pengalihan hak tagih itu wajib diberitahukan kepada debitur. Hal ini berbeda dalam surat berharga yang tidak memerlukan pemberitahuan semacam itu seandainya surat berharga, misalnya cek, dialihakan kepada pihak lain yang akan menagih ke bank. (www.legalakses.com).

Share Button

Komentar

Komentar

New Picture (5)
IMG_1546Menggunaan Alamat Rumah Tinggal Untuk Domisili Perusahaan IMG_1090 Hilangnya Tanah Milik Dalam Perkawinan Campuran Start Up2Mau Mulai Usaha? Ini Jenis-jenis Badan Usahanya House for sale2Yang Perlu Diperhatikan Dalam PPJB Tanah
Sewa TokoMenghindari Sengketa Hukum Pemilik Tanah Dalam Sewa Toko SKT2Menjual Tanah Non Sertifikat Tanp surat Tanah Legal OfficerFungsi Legal Officer Dalam Perusahaan WaralabaMembangun Bisnis Waralaba (Free Ebook)