JUAL BELI TANAH DENGAN SERTIFIKAT TANAH MASIH ATAS NAMA PEMILIK LAMA (PEMILIK SEBELUMNYA)

Dari:

Agus Tinus

Tanya:

Saya mau beli tanah, tapi PPAT saja, itupun belum balik nama, masih pemilik tanah sebelumnya, sementara saya beli dari tangan ke dua, apakah itu aman dari modus penipuan?

Jawab:

Pak Agus Tinus.

Pertanyaan Anda: Bapak mau beli tanah, tapi cukup hanya sampai PPAT saja transaksinya, dan tanah yang akan dibeli sertifikatnya masih atas nama pemilik lama.

Sebelumnya perlu dipahami dulu bahwa:

  • Kepemilakan tanah hanya dapat dibuktikan dengan sertifikat, dalam arti nama pemilik tanah (penjual) harus sesuai dengan nama dalam sertifikat. Kalau nama dalam sertifikat tidak sama dengan nama penjual, maka secara hukum tanah tersebut dianggap bukan milik si penjual.
  • Pengalihan tanah hanya dapat dilakukan dengan akta jual beli (AJB) yang dibuat oleh PPAT (pejabat pembuat akta tanah).

Saran kami, sebelum dilakukan transaksi, sertifikatnya harus disesuaikan dulu dengan atas nama penjual (diubah dari nama pemilik lama ke penjual). Sebab kalau tidak, PPAT tidak akan bersedia untuk membuatkan AJB sebagai bukti telah terjadinya pengalihan hak atas tanah dari penjual kepada Anda. Kalaupun PPAT bersedia, maka PPAT akan meminta pemilik lama (yang namanya tercantum dalam sertifikat) untuk dihadirkan dalam transaksi (pembuatan AJB) tersebut, atau pemilik lama itu memberikan Kuasa Notariil kepada penjual untuk melakukan transaksi dengan Anda.

Tanpa adanya AJB yg dibuat oleh PPAT tersebut, maka tanah tersebut dianggap tidak pernah dialihkan (ditransaksikan) dari penjual kepada Anda sebagai pembeli. Jika demikian, ke depannya nanti akan menyulitkan Anda jika sewaktu-saktu Anda akan melakukan perbuatan hukum yang berkaitan dengan tanah tersebut, misalnya ketika akan menjual kembali, atau melakukan pembuktian hukum lainnya.

Demikian jawaban kami.

Draf Kontrak Dokumentasi Legal Ketenagakerjaan Perjanjian Usaha Bersama_
   
POPULER