Tujuan Membuat Perjanjian

Dok Ketenagakerjaan Perusahaan

Tujuan membuat perjanjian seperti juga membuat undang-undang: mengatur hubungan hukum dan melahirkan seperangkat hak dan kewajiban. Perbedaannya, jika undang-undang mengatur seluruh masyarakat, maka perjanjian hanya mengatur pihak-pihak yang menandatanganinya. Demikian pula dalam perjanjian, tujuan utamanya adalah mengatur hubungan hukum dari mereka yang mengikatkan diri satu sama lain.  

Jika dalam pelaksanaannya hubungan hukum itu menimbulkan sengketa, maka perjanjian menghadirkan diri sebagai alat bukti di pengadilan. Perjanjian membuktikan adanya hubungan hukum diantara para pihak, karena mereka nyata-nyata telah menandatanganinya. Selain untuk menuntut pemenuhan hak dan kewajiban, perjanjian juga merupakan dasar untuk menuntut ganti rugi yang disebabkan pelanggaran. Sengketa-sengketa hukum yang bersumber dari perjanjian umumnya disebabkan karena tidak adanya kesesuaian paham mengenai hak dan kewajiban para pihak seperti yang telah diatur dalam perjanjian mereka.

Dalam perjanjian, para pihak telah menentukan hak dan kewajiban mereka dalam klausul-klausulnya, yaitu aturan tentang bagaimana mereka menjalani hubungan hukum mereka untuk mencapai visi misi bersama, misalnya perjanjian usaha bersama. Perjanjian merupakan alat untuk memperoleh seperangkat hak dan kewajiban perdata, sehingga para pihak mempunyai landasan hukum dalam melaksanakan perbuatan mereka.

Dalam sengketa perjanjian, klausul-klausul mengenai hak dan kewajiban merupakan bukti hukum yang dapat meluruskan persoalan, yaitu tentang bagaimana suatu hubungan seharusnya dilaksanakan, serta hak dan kewajiban mana saja yang dilanggar. Perjanjian merupakan pedoman bagi hakim dalam meluruskan persoalan dan menjatuhkan hukuman. Dan dalam banyak kasus, perjanjian tertulis merupakan bukti yang paling  penting di persidangan. (www.legalakses.com).

Share Button

Komentar

Komentar