Untuk Apa Membuat Perjanjian/Kontrak?

Tips Hukum Jual Beli Tanah dan Bangunan

Tujuan membuat perjanjian atau kontrak adalah layaknya membuat undang-undang: mengatur hak dan kewajiban para pihak dan menjadikannya alat bukti jika terjadi sengketa. Jika undang-undang mengatur seluruh warga masyarakat, maka perjanjian hanya mengikat para pihak yang menandatanganinya. Jika suatu saat terjadi sengketa akibat pelaksanaan perjanjian, maka perjanjian tersebut akan menjadi alat bukti tentang bagaimana seharusnya sengketa tersebut diselesaikan.

Karena para pihak telah membubuhkan tanda tangan mereka dalam perjanjian, maka mereka dianggap setuju terhadap isinya dan karenanya saling terikat. Para pihak dianggap telah secara sadar menentukan hak dan kewajibannya masing-masing dalam pasal-pasal perjanjian, tentang bagaimana mereka akan menjalin hubungan hukum diantara mereka sendiri untuk mencapai visi-misi bersama. Jika para pihak melakukan pelanggaran terhadap perjanjian, mereka yang melanggar yang akan menanggung hukumannya – misalnya denda. Dengan demikian kontrak bersifat individual, sedangkan undang-undang bersifat publik, namun keduanya tetap mempunyai fungsi sebagai pengatur hubungan.

Selain mengatur hubungan, perjanjian juga berfungsi sebagai alat bukti dalam penyelesaian sengketa. Dalam setiap hubungan, apapun bentuknya, selalu mengandung resiko timbulnya konflik. Demikian pula dalam perjanjian. Sengketa-sengketa yang bersumber dari perjanjian biasanya disebabkan karena tidak adanya kesesuaian paham mengenai pelaksanaan hak dan kewajiban diantara para pihak. Jika dalam pelaksanaan perjanjian terjadi sengketa, maka perjanjian akan hadir sebagai alat bukti yang akan menjelaskan bagaimana seharusnya hubungan hukum itu dilaksanakan dan siapa yang melanggar.

Perjanjian dapat membuktikan bahwa hubungan hukum diantara para pihak merupakan fakta hukum, yang dengan fakta hukum tersebut maka kesalahpahaman dalam sengketa seharusnya dapat diluruskan. Dalam penyelesaian sengketa, perjanjian merupakan salah satu pedoman bagi hakim dalam mengukur suatu hubungan hukum yang disengketakan, sehingga perjanjian merupakan alat bukti tertulis yang paling penting di persidangan. (legalakses.com)

Artikel Terkait:

  1. Perikatan, Perjanjian dan Kontrak
  2. Menyusun Kontrak
  3. Surat Pencabutan Kuasa
  4. Asas-asas Perjanjian
  5. Membuat Surat Kuasa
  6. Pengertian dan Syarat-syarat perjanjian
  7. Membuat Surat Perjanjian

Komentar

Komentar

DRAF SURAT
Download Draf Surat Kuasa Download Draf Berita Acara Draf Surat Pernyataan Draf Surat Resmi
 
TUTORIAL DOKUMEN LEGAL
Cara Membuat Surat Kuasa Dalam 7 Menit! Contoh Surat Kuasa Mengambil Barang Panduan Praktis Membuat Perjanjian Membuat Perjanjian Yang Sah dan Mengikat
 
LEGALPEDIA
Bedanya Distributor dan Agen Tanpa Meterai Perjanjian tetap Sah Perjanjian kontrak MOU
Rahasia Dagang DIgunakan Mantan Karyawan Hukum Kontrak Sewa Ruko Melindungi Rahasia Dagang