Wujudkan Bisnis Idaman Anda Sendiri Meski Hanya Dengan Perusahaan Perseorangan

Perjanjian Usaha Bersama

Perusahaan Perseorangan adalah bentuk perusahaan yang paling sederhana – juga mungkin yang paling klasik. Pemiliknya hanya seorang dan pendiriannya tanpa perlu izin yang rumit-rumit – misalnya membuka kedai makan atau toko elektronik. Jika di dalamnya terdapat banyak orang yang bekerja, mereka hanyalah pembantu sang pengusaha, karena tanggung jawab usaha tetap saja di pundak pemiliknya. Umumnya perusahaan perseorangan didirikan oleh pengusaha yang bermodal kecil dengan sumber daya dan kuantitas produksi yang terbatas.

Perusahaan perseorangan paling mudah didirikan, semudah pembubarannya. Tanggung jawab pemilik usaha tidak terbatas, sehingga semua hutang usaha ditanggung sendiri oleh pemiliknya sampai kepada harta kekayaan pribadinya – seperti juga seluruh keuntungan yang dapat dinikmati sendiri oleh pemilik usaha. Dalam praktek bisnis, bentuk perusahaan perseorangan umumnya dikenal sebagai Usaha Dagang (UD).

Bayangkan saat Anda menerima bonus akhir tahun dari perusahaan tempat Anda bekerja, dan kebetulan saat itu Anda sedang galau ingin resign. Apa lagi yang menghalangi Anda untuk mengeksekusi bisnis idaman Anda? Sekarang atau tidak sama sekali, mungkin itu pepatah kuno, tapi yang jelas Anda harus memutuskan. Anda, misalnya, dengan bonus akhir tahun itu bisa mendirikan warung bakso – meski kecil tapi perusahaan Anda sendiri.

Selain mental, Anda hanya butuh modal dan rencana bisnis untuk memulai usaha kecil-kecilan Anda sendiri. Jika kemudian Anda sungguh-sungguh mengeksekusi niat itu, sendirian membangun kerajaan bisnis Anda dari bawah, menghitung modal dan keuntungan dengan susah payah, maka berarti Anda telah mendirikan badan usaha pertama milik Anda, perusahaan perseorangan – atau bisa juga Anda melamar ke perusahaan lain untuk posisi yang sama dan memulai hampir semuanya dari awal.

Saya ingat ketika sekolah dasar dulu, selama bulan puasa, saya berjualan kembang api di pasar kaki lima. Ayah saya, yang kebetulan pedagang di sana, memodalkan saya dan mengantarkan ke Jatinegara untuk membeli berpak-pak kembang api. Menjelang lebaran biasanya kantong saya berat dengan uang logam hasil jualan. Ketika saya mengembalikan investasi milik Ayah dan mengambil sisanya sebagai keuntungan, Ayah saya menolaknya dan memberikan semuanya sebagai uang lebaran. Sewaktu mempelajari hukum di fakultas hukum, saya baru menyadarinya, kalau sejak SD saya sudah menjadi seorang pengusaha – memiliki perusahaan sendiri dalam bentuk Perusahaan Perseorangan.

(Dadang Sukandar / www.legalakses.com)

 

Komentar

Komentar

VIDEO
Panduan Membuat Perjanjian Membuat Perjanjian Yang Sah Dan Mengikat Cara Membuat Surat Kuasa Dalam 7 Menit!
Perbedaan Distributor dan Agen Perjanjian Tanpa Meterai Bedanya Perjanjian dan Kontrak
Rahasia Dagang Digunakan Mantan Karyawan Kontrak Sewa Ruko Melindungi Rahasia Dagang