Yang Perlu Diperhatikan Dalam Perjanjian Sewa Ruko

Tips Hukum Jual Beli Tanah dan Bangunan

Usaha Mikro, Kecil dan Menengah kian hari kian menggeliat. Seiring perkembangan ini, usaha-usaha tersebut tentunya membutuhkan lapak-lapak untuk jualan, baik barang maupun jasa. Selain menggunakan garasi rumah, misalnya, usaha yang dimulai dari kecil-kecilan itu kadang sudah berani sewa kantor, atau kantor virtual, termasuk ruko atau rumah toko (bisnis sewa yang belakangan juga menggeliat). Berikut beberapa hal yang perlu diperhatikan dalam perjanjian sewa ruko:

SUBYEK (PARA PIHAK)
Sebelum menandatangani perjanjian sewa ruko, harus jelas siapa saja pihak-pihak yang terlibat. Selain penyewa di satu sisi, ada pemilik ruko di sisi lain. Dalam beberapa keadaan, pemilik ruko tidak langsung turun tangan meng-handle bisnisnya, tapi juga mempercayakan bisnisnya itu ke pengelola yang menandatangani perjanjian sewa. Diantara mereka, pemilik dan pengelola, hanya pemilik yang berhak menandatangani perjanjian sewa ruko, dan bukan pengelola. Pengelola boleh saja menandatangani perjanjian sewa ruko, namun harus ada surat kuasa khusus terlebih dahulu dari pemilik. Tanpa surat kuasa, pengelola bukanlah orang yang berhak menandatangani perjanjian sewa ruko.

OBYEK (BANGUNAN RUKO)

  • Pemilik Tanah

Setelah jelas siapa pemilik dan pengelola ruko, harus jelas pula di atas tanah siapa bengunan ruko itu berdiri. Pastikan sertifikat tanah dari ruko tersebut atas nama pemiliknya – atau dokumen lain yang menerangkan bahwa pemilik tanah berbeda dengan pemilik ruko.

  • Jangka waktu sewa

Jangka waktu sewa perlu dicantumkan secara definitif, dimulai kapan dan kapan pula berakhirnya. Bila perlu para pihak dapat menyepakati adanya masa tenggang untuk penyewa, yaitu jangka waktu tertentu untuk penyewa melakukan pengosongan ruko ketika masa sewa berakhir (misal, selambat-lambatnya 1 bulan setelah berakhirnya perjanjian sewa).

  • Biaya sewa

Pencantuman biaya sewa sebaiknya terang dan jelas, berapa besarnya dan sudah include atau exclude apa saja. Siapa yang harus menanggung pembayaran biaya air, listrik, telepon, keamanan, sumbangan lingkungan, PBB, parkir, dll. Pastikan juga ada atau tidaknya uang deposit dalam perjanjian.

  • Renovasi dan Perbaikan

Umumnya, dalam perjanjian sewa ruko juga diperjanjikan tanggung jawab perbaikan dan renovasi terhadap kerusakan-kerusakan bangunan. Untuk perbaikan-perbaikan kecil seperti kerusakan pintu, jendela, kran air, dll, biasanya mejadi tanggung jawab penyewa. Untuk kerusakan dan renovasi besar, misalnya yang berkaitan dengan struktur dan konstruksi bangunan, biasanya menjadi beban dari pemilik – kecuali diakibatkan langsung oleh kesalahan dari penyewa.

(www.legalakses.com)

Komentar

Komentar

DRAF SURAT
Download Draf Surat Kuasa Download Draf Berita Acara Draf Surat Pernyataan Draf Surat Resmi
 
TUTORIAL DOKUMEN LEGAL
Cara Membuat Surat Kuasa Dalam 7 Menit! Contoh Surat Kuasa Mengambil Barang Panduan Praktis Membuat Perjanjian Membuat Perjanjian Yang Sah dan Mengikat
 
LEGALPEDIA
Bedanya Distributor dan Agen Tanpa Meterai Perjanjian tetap Sah Perjanjian kontrak MOU
Rahasia Dagang DIgunakan Mantan Karyawan Hukum Kontrak Sewa Ruko Melindungi Rahasia Dagang