Pembelaan Diri Pihak Yang Dituduh Wanprestasi Kontrak

Seorang debitur (orang yang memiliki kewajiban kontrak) yang dituntut karena tuduhan wanprestasi kontrak mempunyai hak untuk melakukan pembelaan diri. Dalam pembelaan diri tersebut, debitur harus mengemukakan alasan-alasannya mengapa ia tidak bersalah dan karenanya tidak dapat dianggap telah melakukan wanprestasi – sehingga tidak wajib menjalani hukuman membayar ganti rugi. Beberapa alasan yang dapat dikemukankan oleh debitur antara lain: karena force majeure (keadaan memaksa), kreditur juga telah melakukan kelalaian, dan kreditur telah melepaskan haknya.

Wanprestasi Kontrak (Ingkar Janji Perjanjian)

Wanprestasi kontrak adalah kebalikan dari prestasi kontrak. Kalau prestasi kontrak adalah melaksanakan sebuah kontrak sesuai komitmen, maka wanprestasi kontrak adalah tidak melaksanakan isi kontrak, dan tidak terlaksananya prestasi itu disebabkan karena kesalahan debitur (orang yang memiliki kewajiban untuk melaksanakan isi kontrak).

Syarat-syarat Berakhirnya Sebuah Kontrak (Perjanjian)

Dalam kontrak yang sederhana, berakhirnya kontrak bisa terjadi karena telah dilaksanakannya seluruh hak dan kewajiban kontrak. Penjual telah menyerahkan barangnya dan pembeli telah membayar harganya. Namun semakin kompleks suatu bisnis ditransaksikan, maka semakin kompleks pula cara-cara menyelesaikan sebuah kontrak.

Cara Mengubah Isi Kontrak Tertulis Dengan Adendum

Menurut Kamus Besar Bahasa Indonesia, Adendum adalah jilid tambahan (pada buku), lampiran; ketentuan atau pasal tambahan, misalnya dalam akta. Dalam Black’s Law Dictionary, Addendum diartikan sebagai a thing that is added or to be added; a list or section consisting of added material.