Balik Nama Sertifikat Tanah Dari Orang Tua Ke Atas Nama Anak

Pada prinsipnya, seorang pemilik tanah adalah orang yang namanya tercantum dalam sertifikat tanahnya. Jika dalam sertifikat tanah tercantum nama A, maka secara hukum tanah tersebut adalah milikA. Melakukan balik nama sertifikat tanah berarti mengalihkan tanah itu dari seseorang kepada orang lain, dari A ke B. Pada awalnya di sertifikat tanah tersebut tercantum nama A sebagai pemilik tanah, namun setelah proses balik nama, nama pemilik resmi yang tercantum dalam sertifikat kemudian menjadi nama B (pemilik baru).

Untuk melakukan peralihan hak atas tanah secara sempurna, ada 2 tahap yang perlu dilakukan:

  1. Pengalihan hak atas tanahnya
  2. melakukan balik nama sertifikat tanah

Untuk melakukan balik nama sertifikat, pertama-tama harus dilakukan pengalihan hak atas tanahnya. Pengalihan hak atas tanah ini merupakan syarat dari balik nama sertifikat tanah. Ketika seseorang akan melakukan balik nama sertifikat tanah di kantor pertanahan, maka kantor pertanahan akan meminta dokumen pengalihan hak atas tanah itu sebagai syarat untuk melakukan balik nama sertifikat tanah tersebut.

Pengalihan hak atas tanah itu sendiri bisa bermacam-macam bentuknya, misalanya jual beli, hibah/pemberian, tukar-menukar atau pemasukan hak atas tanah ke dalam perusahaan (PT). Karena pengalihan hak atas tanah ini berbeda-beda, maka dokumen pengalihannyapun berbeda.

Untuk pengalihan hak atas tanah yang dilakukan berdasarkan jual beli, maka dokumennya adalah akta jual beli (AJB), sedangkan akta hibah dibuat untuk pengalihan yang bersifat hibah atau pemberian. Semua dokumen yang bersifat pengalihan tersebut, sesuai peraturan perundang-undangan harus dibuat oleh Pejabat Pembuat Akta Tanah (PPAT).

Pengalihan sebidang tanah dari orang tua kepada anaknya, bisa dilakukan dengan cara jual beli berdasarkan AJB. Namun dalam prakteknya, pengalihan tanah dari orang tua ke anak ini biasanya dilakukan dengan cara pemberian atau hibah, dan dokumennya adakah akta hibah. Jadi, orang tua yang akan memberikan hak atas tanahnya kepada anaknya, pertama-tama harus melakukan pengalihan hak atas tanah tersebut terlebih dahulu berdasarkan akta hibah yang dibuat oleh PPAT.

Setelah orang tua membuat akta hibah, akta hibah tersebut kemudian dilampirkan sebagai syarat dalam mengajukan permohonan balik nama sertifikat tanahnya dari pemilik lama (orang tua) kepada anaknya. Dengan telah dilakukannya balik nama, maka secara sempurna hak atas tanah tersebut resmi menjadi milik dari anaknya.

Tips Hukum Dalam Jual Beli Tanah dan Bangunan:

 

ARTIKEL TERKAIT