Cara Menghitung Uang Pesangon PHK Karena Efisiensi Perusahaan

Bagikan artikel ini

Program efisiensi karyawan yang sering dilakukan perusahaan, dengan melakukan PHK terhadap karyawannya, merupakan tindakan hukum yang tidak dilarang oleh undang-undang. Pasal 43 Peraturan Pemerintah Nomor 35 Tahun 2021 menentukan bahwa efisiensi sebagai alasan PHK terdiri dari:

  1. Efisiensi yang dilakukan karena perusahaan mengalami kerugian.
  2. Efisiensi yang dilakukan karena perusahaan mencegah kerugian.

Sesuai Pasal 43 ayat (1) PP No. 35 Tahun 2021, karyawan yang di-PHK dengan alasan efisiensi karena perusahaannya mengalami kerugian, mendapatkan Uang Pesangon (UP) dan Uang Penghargaan Masa Kerja (UPMK), termasuk juga Uang Penggantian Hak(UPH). Besarnya UP adalah 0,5 kali ketentuan Pasal 40 ayat (2), dan UPMK sebesar 1 kali ketentuan Pasal 40 ayat (3).

Ketentuan Pasal 40 ayat (1) dan ayat (2) dalam PP No. 35 Tahun 2021, adalah UP dan UPMK berdasarkan masa kerja karyawan. Dengan demikian maka cara menghitung UP dan UPMK dilakukan dalam 2 tahap:

  1. Hitung UP dan UPMK karyawan berdasarkan masa kerja sesuai Pasal 40 ayat (1) dan ayat (2) PP No. 35 Tahun 2021.
  2. Hitung UP dan UPMK karyawan dengan mengalikan hasil perhitungan di atas dengan faktor pengali yang bersifat tetap sesuai dengan alasan PHK (efisiensi) sesuai Pasal 43 PP No. 35 Tajin 2023.

Untuk mempermudah perhitungan Uang Pesangon dan Uang Penghargaan Masa Kerja di atas, kami telah membuat form khusus dalam format Microsoft Excel. Untuk mendapatkan informasi berapa besarnya UP dan UPMK Anda, Anda tinggal memasukan data masa kerja dan gaji terakhir Anda dan hasilnya akan keluar. Untuk mengunduhnya, silahkan ikuti link di bawah ini:

@legalakses

Pesangon Karyawan yang di-PHK karena efisiensi perusahaan….. #phk #efisiensi

♬ original sound – legalakses – legalakses