Cara Mengubah Isi Kontrak Tertulis Dengan Adendum

Seorang pelaku bisnis bisa bangkrut dalam semalam karena perencanaan yang buruk, atau bisa mengeruk untung seratus kali lipat tanpa perencanaan yang rumit. Sematang apapun perencanaan bisnis, dalam pelaksanaannya masih ada peluang untuk bergeser seratus delapan puluh derajat jika kesuksesan itu memang belum berpihak. Karenanya, dalam kontrak Anda perlu mengantisipasinya. Anda perlu membuka peluang untuk melakukan penyesuaian kontrak manakala diperlukan perubahan strategi di tengah jalan. Anda dapat melakukannya dengan adendum.

Menurut Kamus Besar Bahasa Indonesia, Adendum adalah jilid tambahan (pada buku), lampiran; ketentuan atau pasal tambahan, misalnya dalam akta. Dalam Black’s Law Dictionary, Addendum diartikan sebagai a thing that is added or to be added; a list or section consisting of added material.

Secara umum Adendum merupakan ketentuan tambahan dalam kontrak, yang bisa merubah atau menghapus ketentuan-ketentuan yang telah ada, atau menambahkan ketentuan-ketentuan baru selama masa kontrak berlangsung. Secara fisik, adendum dibuat dalam dokumen tersendiri yang terpisah dari kontrak induknya, namun secara hukum keduanya merupakan satu kesatuan dan bagian yang tidak terpisahkan.

Selain adendum, ketentuan tambahan ini sering juga disebut amandemen. Perubahan ketentuan dalam kontrak dengan adendum dapat dilakukan setiap saat sepanjang para pihak menyepakatinya, meskipun di dalam kontrak tidak disebutkan adanya klausul adendum tersebut.

Umumnya adendum diadakan karena adanya penyesuaian kondisi antara ketentuan dalam kontrak dengan pelaksanaannya di lapangan. Penyesuaian itu perlu dilakukan karena adanya perubahan keadaan, atau karena adanya hal-hal yang belum diatur atau belum cukup diatur dalam kontrak induk sementara para pihak menghendaki adanya ketegasan. Misalnya, perubahan biaya jasa, perubahan jangka waktu, perubahan moda pengangkutan, atau penambahan daftar (list) perincian barang.

Jika dalam pelaksanaan kontrak diperlukan adanya perubahan ketentuan, maka terlebih dahulu para pihak harus merundingkannya. Anda perlu duduk satu meja dengan vendor pengangkutan Anda untuk menegosiasi ulang ongkos pengangkutan bahan baku karena adanya kenaikan BBM (Bahan Bakar Minyak). Hasil kesepakatan itulah yang dituangkan ke dalam adendum. Pembuatan adendum untuk merubah kontrak lebih praktis ketimbang membuat kontrak baru yang dapat memakan waktu dan biaya tambahan (Dadang Sukandar, S.H/www.legalakses.com).

.

Artikel Terkait

Download Kontrak