Hukum Perjanjian

Jika Lawan Kontrak Ingkar Janji (Wanprestasi), Begini Langkah Hukumnya

Dalam kontrak/perjanjian, sering salah satu pihak mengingkari janjinya dengan tidak melaksanakna kewajibannya (wanprestasi). Terhadap tindakan tersebut pertama-tama pihak yang dirugikan dapat mengajukan negosiasi, atau somasi jika tidak menemukan kesepakatan, dan mengambil langkah hukum gugatan perdata jika tidak juga menemukan kata sepakat.

Asas-asas Kontrak (Perjanjian)

Dalam membuat kontrak, asas-asas kontrak merupakan dasar pemikiran, atau prinsip-prinsip mendasar, dimana ketentuan-ketentuan mengenai hukum kontrak bertumpu. Dalam hukum kontrak ada 5 asas yang perlu menjadi pedoman dalam membuat kontrak:  asas kebebasan berkontrak, asas konsensualisme, asas kepastian hukum, asas itikad baik dan asas kepribadian.

Bedanya Perikatan, Perjanjian dan Kontrak

Perikatan, perjanjian dan kontrak adalah istilah-istilah yang tak asing lagi. Ketiganya sering saling bersanding, dan dalam prakteknya sering tertukar. Kontrak adalah perjanjian, tapi kontrak mempunyai bentuk yang lebih khusus dari perjanjian. Perjanjian adalah perikatan, namun perikatan tak sebatas hanya perjanjian.

Cara Mengakhiri Perjanjian (Kontrak)

Kesepakatan untuk mengakhiri sebuah kontrak atau perjanjian bisa diberikan secara bebas, baik secara lisan maupun tertulis. Kecuali kalau di dalam kontraknya itu sendiri ada klausul khusus, yang mensyaratkan adanya kewajiban pembuatan dokumen tertulis untuk mengakhiri kontraknya. Namun jika tidak, maka dengan kesepakatan bersama secara lisan saja sebenarnya secara hukum sudah bisa memutus kontrak.

Meski Tanpa Meterai, Sebuah Perjanjian Tetap Sah! Begini Caranya!

Banyak orang mengira bahwa apabila sebuah dokumen, misalnya perjanjian/kontrak, tidak ditempeli meterai, maka dokumen tersebut menjadi tidak sah. Pendapat ini sebenarnya keliru. Meterai bukan merupakan syarat sahnya perjanjian atau surat. Secara hukum, meterai tidak mengurangani kekuatan hukum dokumen-dokumen tersebut.

Membela Diri dari Tuduhan Melanggar Perjanjian/Kontrak (Wanprestasi)

Seorang debitur, yaitu orang yang punya kewajiban membayar utang atau melaksanakan kewajibannya sesuai perjanjian/kontrak, yang dituntut karena melakukan pelanggaran perjanjian (wanprestasi), punya hak untuk membela diri. Kalau Anda, sebagai seorang penjual barang, punya kewajiban mengantarkan barang pesanan ke gudang pelanggan…

MENYELESAIKAN PERSELISIHAN PELANGGARAN KONTRAK (PERJANJIAN)

Dalam setiap hubungan, tak terkecuali hubungan perjanjian atau kontrak, selalu berpotensi memunculkan konflik. Selain Karena beda penafsiran mengenai pelaksanaan isi kontrak, konflik itu bisa muncul karena salah satu pihak melanggar isi kontrak. Dalam konflik tersebut, pihak yang dapat menyelesaikannya dengan…

MENJAGA KERAHASIAAN INFORMASI PARA PIHAK DI DALAM KONTRAK (PERJANJIAN)

Untuk menjaga efektifitas dan efisiensi pelaksanaan kontrak, sering para pihak harus membeberkan rahasia bisnis dan perusahaannya kepada lawan kontrak. Masing-masing pihak, perlu saling memberikan informasi masing-masing kepada lawan kontraknya demi memenangkan kesepakatan. Dan terkadang, informasi tersebut bersifat rahasia, atau setidaknya…

KESEPAKATAN-KESEPAKATAN DI DALAM KONTRAK (PERJANJIAN)

Dalam sebuah perkawinan, ijab-kabul merupakan pintu gerbang suami-istri untuk memasuki ikatan rumah tangga yang mungkin telah mereka rencanakan berbulan-bulan. Setelah memasukinya, suami istri tersebut akan terikat pada, yang disadari atau tidak, berbagai hak dan kewajiban sebagai suami dan istri dalam…