Dalam Kontrak, Berapa Orang Jumlah Saksi dan Bagaimana Menentukannya?

Saya mau membuat surat perjanjian utang piutang tanpa akta notaris (nota dibawah tangan). Pertanyaannya, siapakah yang harus menjadi saksi dalam surat tersebut dan minimal berapa orang?

Jawab:

Untuk membuat perjanjian/kontrak dibawah tangan (tanpa akta notaris), secara hukum tidak ada ketentuannya mengenai jumlah saksi dan siapa saja yang dapat menjadi saksi. Sepanjang orang tersebut cakap untuk melakukan perbuatan hukum (memberikan kesaksian), maka orang tersebut dapat menjadi saksi sebuah perjanjian/kontrak.

Demikian pula dengan jumlahnya, tidak ada persyaratan mengenai jumlah orang yang dapat menjadi saksi di dalam sebuah perjanjian. Bisa saja satu orang, atau lebih dari satu orang saksi.

Secara praktis, dalam praktek biasanya saksi sebuah kontrak/perjanjian berjumlah 2 orang. Kedua orang inilah yang menandatangani perjanjian dalam kapasitas sebagai saksi. Kedua orang saksi tersebut biasanya berasal  dan dipilih oleh para pihak yg membuat perjanjian. Misal, pihak pertama menghadirkan 1 saksi dan pihak kedua menghadirkan 1 saksi.

Umumnya kehadiran saksi ditentukan berdasarkan kepentingan hukum masing-masing pihak yang menandatangani perjanjian. Masing-masing saksi merepresentasikan kepentingan masing-masing pihak dalam kontrak dalam hal kesaksian, dan ini biasanya dianggap cukup fair. Ketika kontrak tersebut nanti berujung pada sengketa hukum di pengadilan, saksi-saksi tersebut dapat dihadirkan oleh masing-masing pihak.

ARTIKEL TERKAIT