Ekspor Tanaman Hias: Omzet Besar dan Perizinan Yang Lebih Mudah

Ekspor tanaman hias, termasuk tanaman koleksi, tidak sesulit seperti yang selama ini dibayangkan. Hal ini terutama karena proses pengurusan izinnya yang sering dipandang menakutkan. Belum lagi persyaratan harus berbadan usaha yang membuat banyak usaha kecil dengan modal kecil (UMKM) mungkin merasa minder kalau mau ekspor.

Namun dalam prakteknya, mengekspor tanaman hias tidak semenakutkan itu. Ekspor tanaman hias memang umumnya dibatasi. Petani tanaman hias perorangan tidak bisa mengirim lebih dari lima kali ekspor untuk tujuan komersil. Jika ingin mengekspor komoditas dengan tanpa batas, maka harus mendirikan badan usaha. 

Namun kondisi tersebut tidak menghalangi pelaku usaha UMKM untuk bisa mengekspor tanaman hias dengan volume  yang besar, meskipun tanpa badan usaha. UMKM dapat menjadi binaan dari badan usaha yang telah lebih dulu mendapat izin resmi dari Kementerian Pertanian. Dengan menjadi binaan, UMKM bukan hanya bisa mengekspor dengan volume yang lebih besar, tapi juga mendapat edukasi dari segi bisnis dan teknis.

Ondi Pieter Hugo Pardede, pemilik badan usaha CV Jojo & OP Nursery, adalah salah satu badan usaha yang melakukan pembinaan kepada petani tanaman hias perorangan yang ingin melakukan ekspor dengan volume yang tanpa batas. Di Jojo & OP Nursery, selain memberi kemudahan dalam hal perizinan, Ondo juga mengedukasi hampir 40 petani tanaman hias binaan dan membantu ekspor mereka.

(Visited 8 times, 1 visits today)
Share:
.

Download Kontrak