Jika Masa Ikatan Dinas Selesai, Perusahaan Wajib Mengembalikan Ijazah Karyawan

Hubungan ikatan dinas diantara perusahaan dan karyawan umumnya didasarkan pada perjanjian ikatan dinas yang merupakan perjanjian perdata murni. Hubungan ikatan dinas tersebut umumnya dibuat dengan klausul-klausul khusus yang harus dilaksanakan dalam sebuah hubungan kerja. Misalnya, perusahaan memberikan pelatihan kerja (job training) kepada karyawan dengan biaya yang cukup mahal, dan sebagai kontraprestasinya karyawan dilarang untuk melakukan pengunduran diri (resign) dari perusahaan untuk jangka waktu tertentu.

Dalam hubungan ikatan dinas, selain ditentukan adanya klausul penalty berupa denda atau ganti rugi atas pelanggarannya, juga umumnya disepakati klausul penahan ijazah karyawan sebagai garansi (jaminan). Jaminan ini biasanya diperlukan untuk mencegah karyawan melakukan pengunduran diri secara sepihak. Jika karyawan mengundurkan diri, maka ijazah yang ditahan tidak akan dikembalikan sebelum karyawan menyelesaikan ikatan dinasnya, atau membayar penalty (denda ganti rugi).

Selain terdapat di dalam klausul perjanjian ikatan dinas, larangan mengundurkan diri sebenarnya juga sudah ditentukan dalam UU Ketenagakerjaan (UU No. 13 Tahun 2003) dan UU Cipta Kerja (UU No. 11 Tahun 2020). Dalam pasal 154A di Klaster Ketenagakerjaan UU Cipta Kerja, ditentukan bahwa bagi karyawan dalam masa ikatan dinas tidak dapat mengajukan pengunduran diri.

Jika salah satu pihak, baik perusahaan maupun karyawan melakukan pelanggaran terhadap perjanjian ikatan dinas, maka pihak yang merasa dirugikan dapat mengajukan gugatan perdata (wanprestasi) atas pelanggaran tersebut. Misalnya, jika karyawan mengundurkan diri selama masa ikatan dinas, maka perusahaan dapat menggugat karyawan karena karyawan telah melakukan wanprestasi. Gugatan itu dapat berupa tuntutan membayar penalty sesuai perjanjian ikatan dinasnya.

Jika masa ikatan dinas selesai, hal ini berarti karyawan telah melaksanakan tugasnya sesuai perjanjian ikatan dinas. Dalam kondisi tersebut perusahaan juga harus melaksanakan kewajibannya sesuai perjanjian, yaitu mengembalikan ijazah karyawan. Pengembalian ijazah tersebut tidak terikat pada keadaan apakah karyawan masih bekerja di perusahaan atau mengundurkan diri setelahnya. Pengembalian ijazah tersebut hanya terikat pada kewajiban perusahaan yang harus mengembalikan ijazah karyawan setelah masa ikatan dinas selesai, meskipun karyawan masih bekerja di perusahaan.

Jika masa ikatan dinas telah selesai akan tetapi ijazah karyawan yang ditahan perusahaan tidak dikembalikan, maka karyawan dapat menggugat perusahaan. Karyawan juga bisa menggugat perusahaan jika perusahaan tidak mengembalikan ijazah karyawan yang masih ditahan, meskipun ikatan dinasnya belum selesai akan tetapi karyawan sudah membayar penalty-nya.

Gugatan wanprestasi perjanjian ikatan dinas ini tidak diajukan ke Pengadilan Hubungan Industrial (PHI) seperti dalam sengketa ketenagakerjaan pada umumnya. Perjanjian ikatan dinas diantara perusahaan dan karyawan merupakan perjanjian perdata murni, bukan domain hukum ketenagakerjaan, sehingga pengajuan gugatannya dilakukan ke Pengadilan Negeri. (www.legalakses.com).

0
.

Artikel Terkait

Download Kontrak

Video