Latar Belakang Kontrak (Premise/Recital)

Sebelum memasuki adegan laga, sebuah film action perlu adegan pembuka untuk meyakinkan penonton: tokoh utama film itu memiliki alasan yang tepat untuk menghajar musuh-musuhnya yang berlindung di belakang penguasa setempat. Seperti film laga, sebuah kontrak juga memerlukan kata-kata. Kata pembuka ini untuk menemukan alasan harus disepakatinya seluruh hak dan kewajiban dalam kontrak.

Kata-kata pembuka dalam latar belakang kontrak, atau sering juga disebut recital, merupakan pendahuluan kontrak yang menjelaskan tentang mengapa kontrak itu perlu dibuat. Latar belakang kontrak merupakan pembukaan (introduction) yang menjelaskan maksud dan tujuan dari para pihak untuk membuat kontrak. Dalam Black’s Law Dictionary, recital didefinisikan sebagai:

The formal preliminary statement in a deed or other instrument, of such deeds, agreements, or matters of fact as are necessary to explain the reasons upon which the transaction is founded.

Untuk membuat recital, Anda dapat memulainya dari informasi mengenai para pihak: siapa para pihak dan apa saja kompetensinya. Anda bisa melanjutkannya dengan kebutuhan para pihak untuk menjalin hubungan kerja sama, dan penjelasan mengapa mereka harus mengadakan kontrak. Karena latar belakang kontrak juga menjelaskan konteks kontrak tersebut dibuat, maka kehadiran latar belakang akan membantu para pihak dalam menafsirkan isi kontrak pada saat pelaksanaannya nanti.

Salah satu cara menafsirkan isi kontrak, jika para pihak berbeda pendapat, adalah dengan melihat kembali maksud dari para pihak mengadakan kontrak tersebut – dan Anda bisa membaca Kembali bagian recital ini. Sebuah kontrak hutang-piutang tidak selalu muncul karena adanya peminjaman uang, tapi bisa juga berasal dari transaksi jual-beli mobil yang cicilannya macet. Latar belakang kontrak umumnya berisi klaim-klaim para pihak yang menjelaskan keadaan sebelum dibuatnya kontrak, yang biasanya diawali dengan kata pernyataan “bahwa”.

Latar belakang kontrak dapat disusun sebagai berikut:

Pihak Pertama dan Pihak Kedua secara bersama-sama selanjutnya disebut sebagai “Para Pihak”. Para Pihak dengan ini terlebih dahulu menerangkan hal-hal sebagai berikut:

  1. Bahwa Pihak Pertama adalah sebuah badan hukum Perseroan Terbatas yang ruang lingkup kegiatan usahanya bergerak di bidang produksi dan perdagangan pakaian jadi.
  2. Bahwa Pihak Kedua adalah usaha perseorangan yang memiliki keahlian, pengalaman dan kegiatan usaha profesional di bidang pekerjaan jasa teknologi informasi dan multimedia, khususnya pembuatan website.
  3. Bahwa untuk menunjang kegiatan usahanya, Pihak Pertama bermaksud untuk membuat website untuk melakukan kegiatan perdagangan elektronik (ecommerce) dan promosi hasil kegiatan usaha Pihak Pertama, yang untuk itu memerlukan jasa profesional pembuatan website.
  4. Bahwa, untuk memenuhi kebutuhan jasa professional pembuatan website tersebut, Pihak Pertama telah meminta kepada Pihak Kedua untuk melakukan pekerjaan jasa pembuatan website bagi Pihak Pertama dan Pihak Kedua telah bersedia untuk melakukan pekerjaan jasa pembuatan website tersebut bagi Pihak Pertama.

Berdasarkan hal-hal tersebut di atas dan dengan itikad baik, Para Pihak dengan ini sepakat untuk saling mengikatkan diri dalam Perjanjian ini dengan ketentuan-ketentuan dan syarat-syarat sebagaimana diatur dalam pasal-pasal di bawah ini:

(Dadang Sukandar, S.H./www.legalakses.com)

.

Artikel Terkait

Download Kontrak