Mau Mengundurkan Diri (Resign), Tapi Perusahaan Menahan Ijazah Karyawan

Pak kalo semisal kita keluar (kerja) secara baik, di tempat kerja juga berkelakuan baik, tapi ijazah ditahan sama perusahaan itu gimana pak?

JAWAB:

Pada prinsipnya, UU Ketenagakerjaan (UU No. 13 Tahun 2013) tidak mengatur ketentuan mengenai penahanan ijazah karyawan. Umumnya penahanan ijazah karyawan oleh perusahaan dilakukan berdasarkan kesepakatan atau perjanjian diantara perusahaan dan karyawan.

Misalnya, dalam perjanjian ikatan dinas, dimana karyawan diberikan pelatihan kerja (job training) yang dibiayai oleh perusahaan dengan ketentuan, setelah diberikannya pelatihan tersebut karyawan tidak boleh mengundurkan diri (resign) dari perusahaan untuk selama beberapa waktu tertentu, misalnya selama 3 tahun. Sebagai jaminan agar karyawan tidak mengundurkan diri maka ijazah karyawan ditahan oleh perusahaan.

Jadi, ketentuan penahanan ijazah karyawan oleh perusahaan dasarnya adalah perjanjian, kesepakatan diantara perusahaan dan karyawan, bukan UU Ketenagakerjaan. Hal tersebut ketentuannya mengacu pada hukum perjanjian secara umum di dalam Kitab Undang-undang Hukum Perdata (KUHPerdata), tidak spesifik pada hukum ketenagakerjaan.

Secara umum, sebuah perjanjian mengandung hak dan kewajiban yang melekat pada pihak-pihak yang menandatangani atau menyepakati perjanjian. Dalam perjanjian yang mensyaratkan penahanan ijazah karyawan juga demikian, terdapat hak dan kewajiban di dalamnya: ketentuan apa yang menyebabkan ijazah karyawan ditahan oleh perusahaan? Untuk jangka waktu berapa lama penahanan ijazah tersebut dilakukan? Dan apa syaratnya agar ijazah karyawan dapat dikembalikan?

Misalnya, seorang karyawan ditawarkan oleh perusahaannya untuk diberi pelatihan kerja dengan biaya yang cukup mahal. Jika karyawan menerima penawaran tersebut, maka sebagai kontraprestasinya karyawan harus bekerja untuk perusahaan dan menjalani masa ikatan dinas selama 3 tahun. Selama ikatan dinas 3 tahun tersebut, karyawan tidak boleh mengundurkan diri dari perusahaan. Sebagai jaminan agar karyawan tidak mengundurkan diri, maka selama masa ikatan dinas ijazah karyawan juga ditahan oleh perusahaan.

Kontraprestasi ikatan dinas yang dituntut oleh perusahaan ini tentulah hal yang wajar, mengingat perusahaan telah mengeluarkan investasi besar untuk memberikan pelatihan kerja kepada karyawan. Bisa dibayangkan jika setelah diberi pelatihan kerja dengan biaya mahal kemudian karyawan tersebut mengundurkan diri, lalu apa faedahnya pelatihan kerja itu bagi perusahaan?

Namun demikian perusahaan juga harus memegang komitmen sesuai perjanjian. Jika masa ikatan dinas telah selesai, perusahaan wajib mengembalikan ijazah tersebut kepada karyawannya – meskipun karyawan tidak mengundurkan diri. Jika tidak, maka karyawan dapat mengajukan tuntutan hukum karena dengan habisnya masa ikatan dinas maka perusahaan tidak lagi berhak menahan ijazah karyawan. Bahkan, dalam beberapa keadaaan, penahanan ijazah tersebut dapat berakibat tuntutan hukum pidana jika tidak dikembalikan sesuai waktunya.

Kembali pada pertanyaan diatas, jika karyawan mengundurkan diri dari perusahaan tapi perusahaan tetap menahan ijazah karyawan, maka apa solusinya? Untuk menjawab persoalan ini maka perlu dipastikan dulu apakah diantara perusahaan dan karyawan terdapat perjanjian yang mengharuskan dilakukannya penahanan ijazah? Misalnya ikatan dinas?

Jika diantara perusahaan dan karayawan terdapat perjanjian tersebut, maka perlu dipastikan agar hak dan kewajiban dalam perjanjian tersebut telah dilaksanakan terlebih dahulu oleh perusahaan dan karyawan. Dengan telah dilaksanakannya hak dan kewajiban masing-masing pihak, maka karyawan dapat menuntut pengembalian ijazahnya kepada perusahaan.

Jika perjanjian tersebut tidak ada, maka tidak ada ketentuan yang memberikan hak kepada perusahaan untuk menahan ijazah karyawannya, dan karenanya perusahaan wajib mengembalikan ijazah tersebut. Jika perusahaan tidak mengembalikannya, maka karyawan dapat menuntutnya secara hukum.

.

Artikel Terkait

Download Kontrak