MEMBUAT JUDUL PERJANJIAN/KONTRAK

CONTRACTSalah satu tips membuat judul novel best seller adalah mengandung misteri, mampu merangkum keseluruhan isi cerita namun masih menyisakan teka-teki di pikiran pembaca: bagaimana sang tokoh utama akan mengakhiri hidup lawannya di bab terakhir? Terkadang judul novel juga dibuat singkat, hanya terdiri dari satu kata, terkesan nggak nyambung dengan cerita, tapi mampu menyajikan punchline yang mengejutkan ketika mencapai klimaksnya.

Kalau kriteria itu yang digunakan untuk membuat judul novel, maka membuat judul kontrak berbeda dengan judul novel. Sebuah judul kontrak sebaiknya menjelaskan secara singkat isi keseluruhan kontrak, seterang dan sejelas mungkin, dan jauhi unsur misteri. Memang tidak ada rumus bakunya, jadi untuk membuat judul perjanjian atau kontrak Anda punya kesempatan untuk menjadi orang yang bersahaja: menuliskannya dengan bahasa yang sederhana, mudah dipahami, dan seoptimal mungkin merangkum keseluruhan isi kontrak.

Untuk kontrak usaha bersama mendirikan toko komputer, misalnya, Anda bisa menuliskan judul kontrak itu dengan clear dan sederhana: Perjanjian Usaha Bersama Toko Komputer. Atau, Perjanjian Sewa Menyewa Apartemen kalau Anda sudah tidak menginginkan lagi tinggal di apartemen Anda.

Selain judul kontrak, setiap pasal juga biasanya memiliki judulnya masing-masing (judul pasal). Ketentuan mengenai nilai biaya jasa, cara pembayarannya dan tanggungan pajak, bisa disatukan dalam pasal mengenai Biaya Jasa. Semua klausul mengenai pembayaran bisa dikumpulkan di sana, seperti halnya spesifikasi jasa dan cara melaksanakan pekerjaan yang disatukan dalam pasal mengenai Pekerjaan Jasa.

Baik judul kontrak maupun judul pasal, keduanya menginformasikan kepada pihak-pihak yang berkepentingan tentang isu-isu apa saja yang dikandung di dalamnya. Judul kontrak merepresentasikan tentang apa kerja sama yang diatur dalam kontrak itu, dan judul pasal menggambarkan salah satu bagian penting dalam kerja sama tersebut yang harus diatur.

Judul kontrak maupun judul pasal merupakan istilah-istilah yang tidak memiliki dampak hukum pada ketentuan-ketentuan yang diatur di dalamnya. Judul-judul tersebut hanya memberikan informasi saja kalau tak ingin dibilang hanya sebagai pemanis.