Mendirikan Perusahaan: Dari Perusahaan Perseorangan Sampai PT

Jika kategori usaha Anda masih kecil-kecilan, atau bahkan mikro, tak perlu buru-buru untuk mendirikan perusahaan besar, meskipun usahanya sedang moncer. Dengan menjalankan usaha seorang diri, sepanjang konsisten dan kontinyu, pada dasarnya Anda juga telah mendirikan dan menjalankan perusahaan, perusahaan perseorangan.  

Jika Anda menjual kopi bubuk kreasi coffee grinder Anda sendiri dan memasarkannya lewat medsos, berarti Anda telah mendirikan perusahaan kopi sendiri. Jika Anda menjual kue pia buatan sendiri untuk event teman-teman Anda, juga Anda telah mendirikan perusahaan kue sendiri. Sebuah perusahaan perseorangan dijalankan sendiri oleh individu perseorangan secara terus menerus dengan maksud memperoleh laba. Ini juga merupakan perusahaan.

Kalau perusahaan kecilan-kecilan Anda itu mulai berkembang, Anda bisa mengajak teman Anda, atau keluarga Anda, kolega Anda, untuk bergabung dan bersama-sama membesarkannya. Mereka tak harus berkontribusi dengan modal uang, tapi bisa juga memasukan aset, jaringan pemasaran, bahkan hanya berkontribusi dengan tenaganya. Rekan Anda yang satu dapat menyediakan ruko miliknya untuk workshop sekaligus cafe, sementara rekan Anda yang lain meluaskan pasar kopi Anda lewat website ecommerce.  

Kolaborasi sumber daya tersebut tentunya dapat lebih meningkatkan bisnis Anda, perusahaan perseorangan Anda. Anda dapat mengikat kontribusi mereka itu dengan kontrak yang clear di depan: jenis kontribusi apa yang mereka masukan? Bagaimana pembagian keuntungannya? Dan bagaimana keterlibatannya dalam manajemen? Sampai di sini perusahaan perseorangan Anda telah berkembang menjadi persekutuan perdata.

Sebuah Usaha Bersama Persekurutan Perdata dapat didirikan secara sederhana dan tanpa formalitas yang kompleks. Jika Anda mengikat kolaborasi tersebut dengan Akta Notaris tentu akan lebih baik, namun legalitas Persekutuan Perdata bisa juga hanya dibuat dengan kontrak sederhana dibawah tangan – bahkan persekutuan semacam itu bisa juga dilakukan hanya dengan perjanjian lisan.   

Bila bisnis Anda berlari semakin kencang, katakanlah orderan dan dagangan Anda laku keras, Anda dapat memasukan lebih banyak lagi orang dan lebih banyak lagi modal ke dalam gerbong bisnis Anda. Pengembangan lebih banyak lagi sumber daya usaha ini tentu memerlukan pembagian kerja dan manajemen yang semakin kompleks: siapa penanam modal dan siapa eksekutor?

Ketika sumber daya di perusahaan Anda sudah lebih kompleks tentunya Anda juga memerlukan legalitas formal dan format yang lebih pasti sesuai hukum dan undang-undang. Pada level ini Anda dapat mengembangkan persekutuan perdata Anda menjadi perusahaan firma atau komanditer (CV). Dalam bentuk perusahaan tersebut Anda dapat membuat Akta Notaris dan mengatur lebih rinci pembagian modal, pembagian kerja dan pembagian keuntungan dari setiap orang yang terlibat.  

Apabila operasional usaha Anda sudah berkembang semakin kompleks karena, misalnya, orderan ekspor dan modal serta karyawan Anda yang semakin gemuk, maka saatnya bagi Anda untuk mengembangkan bisnis Anda dengan mendirikan perusahaan Perseroan Terbatas (PT). Format perusahaan PT lebih dapat memberi kepastian dalam hal pembagian hak dan kewajiban hukum serta wewenang dari sumber daya yang terlibat dalam PT tersebut.

Perbedaannya dengan Perusahaan Perseorangan, Persekutuan Perdata, Firma dan CV, kesemua badan usaha tersebut bersifat non-badan hukum. Sebagai badan usaha non-badan hukum, maka tidak ada pemisahaan antara harta kekayaan pribadi dan harta kekayaan perusahaan. Kekayaan pribadi pemilik perusahaan merupakan jaminan bagi utang perusahaan. Dalam hal kekayaan perusahaan tidak mencukupi untuk melunasi utang perusahaan, maka kekayaan pribadi pemilik perusahaan dapat ditarik sebagai jaminan untuk melunasi utang-utang tersebut.

 

Berbeda halnya dengan PT, tanggung jawab sebuah PT bersifat terbatas, artinya tanggung jawab para pemilik perusahaan PT (pemegang saham) terbatas hanya pada modal dan saham yang dimasukannya ke dalam perusahaan, dan tidak sampai menyentuh kekayaan pribadi para pemilik perusahaan. Jika utang PT tidak dapat dilunasi dari kekayaan perusahaan yang tersedia, maka kekayaan pribadi para pemilik perusahaan (pemegang saham) tidak dapat ditarik sebagai jaminan untuk melunasi utang PT (www.legalakses.com).  

(Visited 2 times, 1 visits today)
Share:
.

Download Kontrak