Meterai Rp. 6.000 Naik Jadi Rp. 10.000 Mulai Januari 2021

Mulai kapan meterai Rp. 6.000 naik menjadi Rp. 10.000?

Pada bulan Oktober 2020 yang lalu, pemerintah baru saja mengundangkan UU No. 10 Tahun 2020 Tentang Bea Meterai. UU tersebut merupakan pengganti dari UU Bea Meterai sebelumnya, yaitu UU No. 13 Tahun 1985.

Dengan diundangkannya UU Bea Meterai yang baru ini, maka bea meterai atas dokumen yang biasanya Rp. 6.000 dan Rp. 3.000 sekarang naik menjadi Rp. 10.000. Meskipun UU ini diundangkan pada bulan Oktober 2020, tapi tarif bea meterai dan ketentuan lainnya baru akan berlaku mulai 1 Januari 2021. Sebelum ketentuan tersebut berlaku, tarif bea meterai masih menggunakan tarif lama yaitu Rp. 6.000 dan Rp. 3.000.

Sementara untuk meterai yang dibuat berdasarkan UU lama, UU No. 13 Tahun 1985, pada tahun 2021 juga masih berlaku dan dapat dipergunakan. UU No. 10 Tahun 2020 masih memberi waktu peralihan penggunaan meterai lama selama 1 tahun sejak UU Bea Meterai yang baru diberlakukan. Karena UU Bea Meterai yang baru itu berlakunya sejak 1 Januari 2020, maka meterai lama masih dapat digunakan sampai bulan Desember 2021.

Untuk penggunaan meterai lama (di tahun 2021), karena tarif bea meterai yang sebenarnya adalah Rp. 10.000 sedangkan nilai meterai lama itu ada yang Rp. 6.000 dan ada yang Rp. 3000, maka sesuai UU Bea Meterai yang baru nilai total pembayaran bea meterinya minimal Rp. 9.000. Sejak 1 Januari 2021 nanti, penggunaan meterai lama harus dilakukan dengan dua meteri sekaligus dalam satu dokumen, yaitu meterai tempel yang Rp. 6.000 dan yang Rp. 3.000, sehingga totalnya Rp. 9000.

0
.

Artikel Terkait

Download Kontrak

Video