Outsourcing: Menyerahkan Sebagian Pekerjaan Kepada Perusahaan Lain

Menyerahkan sebagian pelaksanaan pekerjaan, dari sebuah perusahaan kepada perusahaan lain, dalam praktek sering juga disebut outsourcing atau alih daya. Dalam outsourcing, perusahaan yang satu menyerahkan sebagian pelaksanaan pekerjaan kepada perusahaan lain.

Pekerjaan yang diserahkan itu bukanlah pekerjaan inti, tapi pekerjaan yang sifatnya pendukung. Secara praktis, diserahkannya pekerjaan tersebut kepada pihak lain karena dipandang kurang efisien kalau dikerjakan sendiri. Dengan diserahkannya pekerjaan pendukung itu kepada perusahaan lain, maka perusahaan bisa fokus pada kegiatan intinya.

Misalnya, sebuah perusahaan manufaktur menyerahkan pekerjaan untuk menyediakan kebutuhan makanan di perusahaan itu kepada perusahan katering. Perusahaan katering itu yang menyediakan makan siang untuk para pekerja di pabriknya. Menyerahkan pekerjaan katering kepada perusahaan lain tentu akan lebih efisien, sehingga perusahaan tidak perlu lagi memikirkan cara menyediakan makanan sendiri untuk para pekerja di pabriknya. Dengan demikian perusahan bisa fokus pada pekerjaan manufacturing-nya sebagai pekerjaan inti, dan perusahaan tidak wajib untuk memberi uang makan yang nilainya bisa lebih mahal ketimbang menyewa jasa katering.

Contoh lain, sebuah perusahaan pengolahan karet remah, memborongkan pekerjaan pembuatan instalasi pengolahan air limbah (IPAL) kepada perusahaan kontraktor. Pekerjaan membangun konstruksi IPAL bukan merupakan pekerjaan inti perusahaan pengolahan karet, sehingga perusahaan itu bisa memborongkannya kepada perusahaan lain, misalnya perusahaan jasa pelaksana konstruksi. Dengan demikian maka perusahaan dapat memokuskan kegiatannya pada kegiatan pengolahan karet remahnya sebagai kegiatan inti.

Dalam outsourcing, penyerahan sebagian pelaksanaan pekerjaan tersebut dapat dilakukan melalui pemborongan pekerjaan ataupun penyediaan jasa pekerja. Hal ini seperti ditentukan dalam UU Ketenagakerjaan (UU No. 13 Tahun 2003) Pasal 64:

Perusahaan dapat menyerahkan sebagian pelaksanaan pekerjaan kepada perusahaan lainnya melalui perjanjian pemborongan pekerjaan atau penyediaan jasa pekerja/buruh yang dibuat secara tertulis.

Dalam memborongkan pekerjaan, perusahaan yang satu menyerahkan sebagian pelaksanaan pekerjaan kepada perusahaan lain secara diborongkan. Perusahaan yang menyerahkan pelaksanaan pekerjaan itu disebut pemberi pekerjaan, sedangkan yang menerima pekerjaannya disebut penerima pemborongan. Dalam sistem pemborongan ini, pemberi pekerjaan menerima secara matang hasil pekerjaannya, dan tidak terlibat pada proses pekerjaannya itu sendiri.

Penyediaan jasa pekerja adalah hubungan hukum antara sebuah perusahaan, yang menyerahkan sebagian pelaksanaan pekerjaan, dengan perusahaan lain yang menyediakan pekerja untuk melaksanakan pekerjaan. Hubungan hukum itu dibuat berdasarkan perjanjian tertulis. Pihak yang menyerahkan sebagian pelaksanaan pekerjaan disebut perusahaan pemberi pekerjaan, sedangkan perusahaan yang menerimanya sering disebut penyedia jasa pekerja. Perusahaan penyedia jasa pekerja hanya menyediakan pekerjanya saja, sedangkan perintah untuk melakukan pekerjaannya sendiri diberikan oleh perusahaan pemberi pekerjaan. (Dadang Sukandar, SH/www.legalakses.com)

Artikel terkait:

ARTIKEL TERKAIT