KLASIFIKASI KARYAWAN DALAM PERUSAHAAN START UP

Pertanyaan yang umumnya muncul dari perusahaan yang baru bediri, misalnya startup, adalah bagaimana mengklasifikasikan sumber daya manusia yang akan membantu dan mendukung kegiatan usahanya. Hal ini tentunya dalam konteks peraturan perundang-undangan, khususnya UU Ketenahakerjaan. Secara umum, klasifikasi tersebut dapat kita bagi 2, yaitu sumber daya eksternal dan sumber daya internal. Hubungan perusahaan dengan sumber daya eksternal biasanya bersifat kemitraan, misalnya penggunaan tenaga jasa profesional (freelancer), sedangkan secara internal perusahaan dapat mengangkat sumber daya tersebut dengan status karyawan, baik karyawan PKWT maupun PKWTT.

MANAJEMEN LEGAL PERUSAHAAN (Legal Officer)

Berikut adalah beberapa aspek legal perusahaan yang menjadi obyek dari Manajemen Legal Perusahaan sekaligus ruang lingkup dari tugas/pekerjaan Legal Officer:

Mengasistensi Tindakan Hukum Perusahaan (Legal Corporate Action), Mengelola Perizinan Perusahaan, Membuat Kontrak-kontrak Perusahaan, Mengelola Dokumen Aset Perusahaan, Menangani Sengketa Hukum Perusahaan .

Membuat Perjanjian Utang Piutang (Free Download)

Sebuah perjanjian utang piutang, secara umum, mengandung 2 resiko: Debitur tidak melunasi utangnya atau Debitur terlambat melunasi utang. Perjanjian utang piutang yang efisien adalah perjanjian utang piutang yang dapat mengeliminir kedua resiko tersebut, atau setidaknya dapat menekan semaksimal mungkin kedua resiko tersebut. Dan untuk mengantisipasinya, di dalam perjanjian utang piutang dapat dimasukan klausul jaminan utang dan denda keterlambatan.

Bisnis Tambang: Menggunakan Tanah Orang Lain Untuk Lahan Pertambangan

Pengusaha yang menjalankan usaha pertambangan, baik mineral maupun batubara, umumnya memerlukan bidang tanah milik pihak lain sebagai bagian dari Wilayah Izin Usaha Pertambangan (WIUP). Di dalam WIUP tersebut pengusaha akan melakukan operasi produksi pertambangannya. Sebidang tanah milik seorang penduduk bisa saja berpotensi untuk ditambang, tapi kadang sang pemilik tanah tidak memiliki kemampuan dan sumber daya untuk menambangnya sendiri. Jika orang lain yang menambangnya, katakanlah pengusaha pertambangan, bagaimanakah hubungan hukum yang bisa dijalin diantara pengusaha tambang itu dengan pemilik tanah?