Perbedaan CV dan PT

Dalam praktek sering kali seorang pengusaha, khususnya pengusaha baru, kadang bingung ketika akan mendirikan badan usaha untuk menaungi bisnisnya. Kebingungan itu antara lain dalam menentukan apakah akan mendirikan CV (Commanditaire Venootschaap) atau PT (Perseroan Terbatas).

Perbedaan utama antara CV dan PT adalah pada status badan hukumnya. Secara hukum, PT adalah sebuah badan hukum, sedangkan CV bukan merupakan badan hukum. Sebagai badan hukum, PT dipandang sebagai entitas mandiri yang berdiri sendiri, terlepas dari para pemiliknya. Hal ini berbeda dengan CV, dimana dalam CV tidak ada pembatasan tegas antara CV sebagai entitas usaha dengan para pemiliknya.  

Pemisahan tegas antara entitas PT dengan para pemilik perusahaannya (pemegang saham) mengakibatkan terjadinya pemisahan harta kekayaan badan usaha PT tersebut dengan kekayaan pribadi pemilik perusahaan. Dalam badan hukum PT, secara umum, yg menjadi jaminan atas utang-utang dan kewajiban perusahaan adalah kekayaan perusahaan PT tersebut, dan tidak meliputi kekayaan pribadi pemilik perusahaannya.

Harta kekayaan PT, sebagai entitas badan hukum, merupakan jaminan atas utang dan kewajiban perusahaan PT. Jaminan itu tidak meliputi harta kekayaan pemilik perusahaannya. Jadi, ketika misalnya suatu badan hukum PT harus melaksanakan kewajiban utangnya terhadap pihak ketiga, maka pelunasan itu tidak dapat begitu saja diambil dari kekayaan pemilik perusahaan (pemegang saham) secara pribadi. Hal ini berbeda dengan CV, dimana kekayaan pribadi pemilik CV bisa menjadi jaminan atas utang atau kewajiban CV.  

Perbedaan lainnya, sari segi organisasi, sebuah badan hukum PT mensyaratkan adanya pembagian organ PT atas RUPS, Direksi dan Komisaris. Pembagian organ tersebut mempunyai tugas dan kewenangan masing-masing. Jika tugas RUPS adalah membuat kebijakan umum jalannya perusahaan PT, maka Direksi bertugas sebagai eksektur atas kebijakan tersebut dan Dewan Komisaris yang mengawasinya. Secara praktis, hal ini dapat menciptakan kondisi check and balances dalam menjalankan roda organisasi PT yang sehat.  

Di dalam organisasi perusahaan CV tidak disyaratkan adanya pembagian organ seperti di dalam PT. Jika dalam prakteknya banyak CV yang menggunakan format RUPS, Direksi dan Dewan Komisaris, maka hal itu sifatnya praktis saja karena bukan merupakan syarat hukum seperti diamanatkan undang-undang. Jadi, meskipun dalam CV terdapat pembagian organ seperti layaknya PT, dalam prakteknya kemungkinan terjadi penyimpangan sangatlah besar, sementara pertanggungjawabannya secara hukum kurang tegas.   

Berdasarkan uraian singkat di atas, umumnya pengelolaan sebuah perusahaan akan lebih baik dengan menggunakan format PT (Perseroan Terbatas). Hal ini karena dalam PT terdapat pemisahan yang tegas antara kekayaan PT dan pemegang saham. Selain itu, dalam PT juga terdapat pemisahan organ yang tegas dengan tanggung jawabnya masing-masing. Pemisahan-pemisahan tersebut diatur secara tegas dalam undang-undang dan karenanya dapat lebih dipertanggungjawabkan secara hukum (www.legalakses.com).   

.

Artikel Terkait

Download Kontrak