Protokol Restoran dan Rumah Makan Selama Pemberlakuan PSBB Di Jakarta

PowerPoint Presentation

Sesuai ketentuan Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB) yang berlaku di DKI Jakarta berdasarkan Pergub DKI Jakarta No 33 Tahun 2020, maka selama berlakunya PSBB tersebut dilakukan penghentian sementara terhadap aktivitas bekerja di tempat kerja atau perkantoran. Penghentian itu diikuti dengan kewajiban mengganti aktivitas bekerja dari rumah atau tempat tinggal. Jadi, aktivitas bekerjanya sendiri tidak berhenti, namun lokasi bekerjanya yang berubah, bukan di kantor melainkan di rumah (work from home).

Namun ketentuan tersebut adalah ketentuan umumnya, karena secara khusus masih ada beberapa aktivitas bekerja yang dikecualikan dari ketentuan tersebut – kegiatan bekerja masih dapat dilakukan di tempat kerja atau kantor dan bukan di rumah. Salah satunya adalah tempat kerja milik pelaku usaha dengan kategori tertentu. Kantegori tersebut antara lain: bidang kesehatan, bahan pangan dan makanan/minuman, energi, komunikasi dan teknologi informasi, keuangan, logistik, perhotelan, konstruksi, industri strategis, pelayanan dasar, utilitas publik dan industri yang ditetapkan sebagai objek vital nasional dan objek tertentu serta pelayanan kebutuhan sehari-hari.

Khusus terhadap tempat kerja milik pelaku usaha yang bergerak di bidang penyediaan makanan dan minuman, termasuk penanggungjawab restoran atau rumah makan dan usaha sejenisnya, wajib melaksanakan protokol seperti yang yang ditentukan dalam Pergub. Kewajiban itu antara lain:

  1. Membatasi layanan hanya untuk dibawa pulang secara langsung (take away), melalui pemesanan secara daring atau dengan fasilitas telepon (layanan antar).
  2. Menjaga jarak antrean pelanggan, baik berdiri maupun duduk, minimal 1 meter.
  3. Menerapkan prinsip higiene sanitasi pangan dalam proses penanganan pangan sesuai ketentuan.
  4. Menyediakan alat bantu seperti sarung tangan atau penjepit makanan untuk meminimalkan kontak langsung dengan makanan siap saji dalam proses persiapan, pengolahan dan penyajiannya.
  5. Memastikan kecukupan proses pemanasan dalam pengolahan makanan sesuai standar.
  6. Melakukan pembersihan area kerja, fasilitas dan peralatan, khususnya yang memiliki permukaan yang bersentuhan langsung dengan makanan.
  7. Menyediakan tempat cuci tangan dengan sabun bagi pelanggan dan pegawainya.
  8. Melarang bekerja karyawan yang sakit atau menunjukkan suhu tubuh diatas normal, batuk, pilek, diare dan sesak nafas.
  9. Mengharuskan bagi penjamah makanan menggunakan sarung tangan, masker kepala dan pakaian kerja sesuai pedoman keselamatan dan kesehatan kerja.

ARTIKEL TERKAIT