Satuan Upah Pekerja Di Perusahaan (Satuan Waktu dan Satuan Hasil)

Untuk mendapatkan kepastian hukum, upah yang dibayarkan oleh Pengusaha kepada Pekerja dilakukan berdasarkan satuan tertentu. Hal ini agar menjadi jelas dan pasti besarnya hak upah yang seharusnya diterima oleh Pekerja, baik besarannya maupun waktu jatuh temponya.

Sesuai PP No. 36 Tahun 2021 Tentang Pengupahan (peraturan pelaksana UU Cipta Kerja), satuan upah ditetapkan berdasarkan satuan waktu dan satuan hasil. Upah berdasarkan satuan waktu ditetapkan secara perjam, harian atau bulanan, sedangkan upah berdasarkan satuan hasil ditetapkan berdasarkan hasil pekerjaan yang telah disepakati oleh Pengusaha dan Pekerja.

Upah Berdasarkan Satuan Waktu

Upah berdasarkan satuan waktu ditetapkan secara perjam, harian atau bulanan. Penetapan upah perjam hanya boleh diperuntukan bagi pekerja yang bekerja secara paruh waktu, yaitu Pekerja yang waktu kerjanya kurang dari 7 jam dalam 1 hari dan kurang dari 35 jam dalam 1 minggu.

Pada prinsipnya nilai upah perjam dibayarkan berdasarkan kesepakatan diantara Pengusaha dan Pekerja. Kesepakatan tersebut nilainya tidak boleh lebih rendah dari hasil perhitungan formula upah perjam, yaitu:

Upah perjam = Upah Sebulan/126

*)Angka penyebut 126 berasal dari hasil perkalian antara 29 jam 1 minggu dengan 52 minggu (jumlah minggu dalam 1 tahun) kemudian dibagi 12 bulan.

*)Patokan besarnya upah sebulan ditentukan berdasarkan struktur dan skala upah di perusahaan.

Jika perusahaan menetapkan upah Pekerjanya berdasarkan upah harian, maka perhitungan upah harian tersebut dilakukan berdasarkan pembagian upah sebulan dengan lamanya hari kerja.

Upah harian = upah sebulan/hari kerja

*)Jika waktu kerja di perusahaan 6 hari kerja dalam seminggu, maka upah sebulan dibagi 25, sedangkan jika waktu kerjanya 5 hari dalam seminggu maka upah sebulan dibagi 21.

*)Patokan besarnya upah sebulan ditentukan berdasarkan struktur dan skala upah di perusahaan.

Upah Berdasarkan Satuan Hasil

Selain satuan waktu, penetapan upah Pekerja di perusahaan juga dapat dilakukan berdasarkan satuan hasil. Upah berdasarkan satuan hasil ditetapkan berdasarkan hasil pekerjaan yang telah disepakati. Penetapan tersebut dilakukan oleh Pengusaha berdasarkan hasil kesepakatan antara Pekerja dengan Pengusaha.

(Dadang Sakandar, S.H./www.legalakses.com)

(Visited 37 times, 3 visits today)
Share:
.

Download Kontrak