Setelah Mengajukan Surat Pengunduran Diri (Resign), Karyawan Masih Tetap Harus Bekerja Selama 30 Hari

Setelah mengajukan surat pengunduran diri (resign), maka seorang karyawan tidak otomatis putus hubungan kerjanya dengan perusahaan. Pemutusan hubungan kerja itu baru benar-benar efektif 30 hari setelah diajukannya surat pengunduran diri (one month notice).

Sesuai UU Ketenagakerjaan (UU No. 13 Tahun 2003), sebagaimana yang beberapa ketentuannya diubah oleh UU Cipta Kerja (UU No. 11 Tahun 2020), ketentuan mengenai pengunduran diri karyawan diatur dalam pasal 154A ayat (1) huruf i. Di sana ditentukan bahwa sebuah Pemutusan Hubungan Kerja (PHK) bisa terjadi karena karyawan mengundurkan diri atas kemauannya sendiri.

Mengacu pada pasal tersebut, seorang karyawan yang berinisiatif mengundurkan diri harus mengajukan pengunduran dirinya secara tertulis. Pengajuan surat pengunduran diri tersebut waktunya 30 hari sebelum tanggal efektif pengunduran diri, atau yang biasa kita kenal dengan one month notice.

Untuk bisa mengajukan surat pengunduran diri, karyawan tersebut tidak sedang terikat dalam ikatan dinas dengan perusahaannya. Jadi kalau masih ada ikatan dinas yang mewajibkan karyawan harus tetap bekerja atau menjadi karyawan perusahaan, maka surat pengunduran diri itu tidak bisa diajukan. Tunggu sampai ikatan dinasnya selesai.

Ikatan dinas ini biasanya dalam bentuk perjanjian, diantara perusahaan dan karyawan, dimana perusahaan memberikan keuntungan-keuntungan tertentu kepada karyawannya, misalnya memberikan pelatihan keterampilan kerja dengan biaya yang mahal, dan dalam perjanjian itu juga perusahaan meminta agar karyawan tersebut tidak boleh mengundurkan diri untuk jangka waktu tertentu.

Jika tidak ada ikatan dinas, atau ada ikatan dinas tapi ikatan dinasnya sudah selesai, maka barulah surat pengunduran diri itu bisa diajukan dan berlakulah one month notice. Selama jangka waktu tunggu 30 hari tersebut, karyawan harus tetap melakukan pekerjaannya seperti biasa, karena hubungan kerjanya belum berakhir.

Di dalam praktek, masa tunggu 30 hari ini digunakan untuk membuat laporan-laporan akhir dari pekerjaan yang dilakukan oleh karyawan, sekaligus melakukan handling over pekerjaan dari karyawan yang resign ke karyawan baru yang akan menggantikan jabatannya di perusahaan.

Selama masa tunggu 30 hari tersebut, dimana karyawan masih tetap berkewajiban melaksakan pekerjaannya, karyawan juga masih berhak mendapatkan upah atau gajinya seperti biasa dan hak-hak lainnya (misalnya cuti tahunan).

0
.

Artikel Terkait

Download Kontrak

Video