Tag Archive for kontrak sah

Tips Menyusun Draf Kontrak

Setelah menutup negosiasi dengan kesepakatan, pekerjaan rumah berikutnya adalah menyusun draf kontrak. Dalam perjanjian kerja sama kontrak, pihak yang menyusun draf kontrak umumnya memiliki posisi yang lebih unggul. Dengan adanya kesempatan menyusun draf kesepakatan tersebut, pihak penyusun memiliki keuntungan karena dapat memasukan hampir semua klausul yang dapat melindungi kepentigannya. Meskipun hal itu berpotensi mendapatkan penolakan dari lawan kontrak dalam proses final review, namun setidaknya pihak penyusun draf kontrak telah berada selangkah lebih maju di depan garis start karena memiliki kesempatan untuk menentukan arah konsep kesepakatan.

Perjanjian Tidak Harus Dibuat Tertulis, Tapi Bisa Juga Secara Lisan

Bukan hanya dengan lisan, tanpa ucapan yang secara tegas mengandung janji-janjipun sebuah perjanjian bisa dilahirkan. Perjanjian bisa lahir hanya berdasarkan tindakan-tindakan nyata yang dilakukan oleh para pihak. Sebuah penyerahan barang dan pembayaran harga dalam transaksi jual beli, meski tanpa janji-janji yang diucapkan, sudah bisa melahirkan perjanjian jual beli.

Kontrak Yang Tidak Sah Dapat Dibatalkan atau Batal Demi Hukum

Sebuah kontrak atau perjanjian bisa menjadi tidak sah apabila kontrak tersebut tidak memenuhi syarat-syarat sahnya kontrak atau perjanjian seperti yang ditentukan dalam Pasal 1320 KUHPerdata. Pasal tersebut mengatur 4 syarat sahnya perjanjian, antara lain: adanya kata sepakat, kecakapan para pihak, suatu hal tertentu dan sebab yang halal.

Bedanya Perikatan, Perjanjian dan Kontrak

Perikatan, perjanjian dan kontrak adalah istilah-istilah yang tak asing lagi. Ketiganya sering saling bersanding, dan dalam prakteknya sering tertukar. Kontrak adalah perjanjian, tapi kontrak mempunyai bentuk yang lebih khusus dari perjanjian. Perjanjian adalah perikatan, namun perikatan tak sebatas hanya perjanjian.

Untuk Membuat Kontrak, Anda Harus Punya Bisnis

Yang jelas, setiap kontrak punya urusan dan bisnisnya masing-masing, baik dalam kontrak bisnis pengusaha maupun perjanjian kerja karyawan, hanya intensitas tanggung jawabnya saja yang berbeda, sedangkan konsistensi pada hak dan kewajibannya tetap sama

MENYELESAIKAN PERSELISIHAN PELANGGARAN KONTRAK (PERJANJIAN)

Dalam setiap hubungan, tak terkecuali hubungan perjanjian atau kontrak, selalu berpotensi memunculkan konflik. Selain Karena beda penafsiran mengenai pelaksanaan isi kontrak, konflik itu bisa muncul karena salah satu pihak melanggar isi kontrak. Dalam konflik tersebut, pihak yang dapat menyelesaikannya dengan…

MENJAGA KERAHASIAAN INFORMASI PARA PIHAK DI DALAM KONTRAK (PERJANJIAN)

Untuk menjaga efektifitas dan efisiensi pelaksanaan kontrak, sering para pihak harus membeberkan rahasia bisnis dan perusahaannya kepada lawan kontrak. Masing-masing pihak, perlu saling memberikan informasi masing-masing kepada lawan kontraknya demi memenangkan kesepakatan. Dan terkadang, informasi tersebut bersifat rahasia, atau setidaknya…

TEMPAT DAN WAKTU DIBUATNYA KONTRAK (PEMBUKAAN KONTRAK)

Penyebutan tempat dan waktu pembuatan kontrak bukan merupakan syarat sahnya perjanjian atau kontrak, sehingga ketiadaan penyebutan tempat dan waktu ini tidak menyebabkan kontraknya menjadi tidak sah. Sebuah kontrak tidak berarti menjadi tidak sah, jika di dalam kontrak tersebut tidak disebutkan…

PERSIAPAN MEMBUAT KONTRAK (PERJANJIAN)

Untuk membuat kontrak atau perjanjian, terutama kontrak bisnis, diperlukan persiapan antara lain memeriksa dokumen pendukungnya. Dokumen pendukung ini tidak hanya akan membuktikan kebenaran isi kontrak, tai juga bisa menentukan keabsahan isi kontrak.

MENGANTISIPASI RESIKO BISNIS DENGAN MEMBUAT KONTRAK

Selain berfungsi sebagai alat bukti hukum, sebuah kontrak bisnis juga merupakan guideline atau SOP dalam mengatur pelaksanaan sebuah kerja sama bisnis. Jadi, selain mempunyai fungsi administrasi, sebuah kontrak bisnis juga mempunyai daya paksa hukum. Hal ini cukup efisien untuk mengantisipasi…

PRINSIP-PRINSIP DASAR DALAM MEMBUAT KONTRAK BISNIS

Dalam membuat perjanjian atau kontrak bisnis, ada setidaknya 5 asas (prinsip dasar) yang harus menjadi pedoman: Asas Kebebasan Berkontrak (Freedom of Contract), Asas Kepastian Hukum (Pact Sunt Servanda), Asas Konsensualisme (Consensualism), Asas Iktikad Baik (Good Faith), Asas Kepribadian (Personality).