Tag Archive for perjanjian

Penyesuaian Kontrak Bisnis Gara-gara Covid-19

Pandemi global Covid-19 membuat dunia usaha cukup terpukul. Banyak pelaku usaha yang sudah menandatangani kontrak-kontrak bisnis mereka namun harus menahannya dan melakukan reschedule pelaksanaan kontrak. Para pihak perlu duduk bersama, di rumah masing-masing dengan zoom atau google hangout, dan membicarakan masa depan kontrak bisnis mereka jarak jauh. Setelah menemukan kesepakatan bersama, sebaiknya kesepakatan itu dituangkan dalam bentuk tertulis, sebagai adendum kontrak.

“Kesepakatan Bersama” Para Pihak Untuk Menyesuaikan Kontrak Bisnis Karena Covid-19

Mau tak mau, pandemi Corona ini telah membuat kontrak-kontrak bisnis yang masih efektif dan berjalan perlu melakukan penyesuaian. Kontrak-kontrak tersebut memerlukan klausul-klausul tambahan untuk memundurkan jadwal pengiriman barang, merubah cara dan jadwal pembayaran, mengatur siasat baru untuk kewajiban-kewajiban jangka pendek, mengikuti irama pembatasan-pembatasan yang dimaklumatkan pemerintah – yang tentu saja tujuan utamanya adalah selamat dari bahaya Corona.

Keadaan Memaksa Atau Force Majeure (Overmacht)

Secara umum, dari pasal-pasal tersebut,  istilah force majeure dapat diartikan sebagai suatu keadaan yang membebaskan seseorang, atau suatu pihak, dari kewajiban melaksanakan isi kontrak atau perjanjian, dan karena tidak dilaksanakannya kewajiban itu maka orang atau pihak tersebut tidak dapat dimintakan ganti rugi.

Wanprestasi Kontrak/Perjanjian

Dalam hukum, sebuah kewajiban kontrak yang tidak dilaksanakan umunya disebut wanprestasi. Jika seorang debitur tidak melaksanakan kewajibannya, katakanlah seorang pembeli barang tidak membayar harga barang yang dibelinya sesuai kontrak, maka debitur atau pembeli tersebut bisa dikatakan telah melakukan wanprestasi.

Kritis Dalam Menandatangani Kontrak Bisnis

Di sebuah PAUD (Pendidikan Anak Usia Dini), seorang guru menawarkan orang tua murid kue mangkok seharga dua ribu rupiah. Kata sang guru, kue itu adalah jualan muridnya yang sedang berdiri di sampingnya. Sang guru itu sedang menunjukan kepada anak didiknya bagaimana ia harus menawarkan dagangan, menjawab pertanyaan calon pembeli, dan apa yang harus dilakukannya kalau uang pembayaran melebihi harga kue. Orang tua murid itu membayar empat kue terakhir seharga delapan ribu rupiah dengan selembar sepuluh ribuan, dan sang guru meminta anak itu untuk memberi kembaliannya dua ribu rupiah. Tanpa disadari, sang guru telah mengajarkan murid di sampingnya itu cara membuat perjanjian hukum.