Tag Archive for syarat kontrak

Syarat Membuat Kontrak Yang Sah: Suatu Hal Tertentu

Sebagai salah satu syarat sahnya kontrak, suatu hal tertentu merupakan obyek dari kontrak: sebuah barang dalam kontrak jual beli barang, atau sebuah pekerjaan jasa dalam kontrak pekerjaan jasa. Suatu hal tertentu berarti isi atau pokok dari kontrak, yaitu sebuah hak dan kewajiban dari kreditur dan debitur.

Syarat Membuat Perjanjian Yang Sah: Suatu Sebab Yang Halal

Salah satu syarat agar sebuah kontrak atau perjanjian menjadi sah adalah suatu sebab yang halal. Sebab di sini bukan merupakan motivasi atau dorongan jiwa seseorang dalam membuat kontrak. Sebab di sini juga bukan kondisi tidak punya uang yang menyebabkan seorang pemilik rumah menyewakan rumahnya.

Syarat Membuat Kontrak Yang Sah: Kecakapan Hukum

Kecakapan para pihak dalam membuat kontrak merupakan salah satu syarat dalam membuat kontrak yang sah. Cakap berarti cakap secara hukum, yaitu para pihak dianggap mampu untuk melakukan perbuatan hukum (kontrak), dan karenanya mampu untuk mempertanggungjawabkan segala akibat hukumnya.

Syarat Membuat Kontrak Yang Sah: Kata Sepakat

Kata sepakat atau kesepakatan merupakan syarat sahnya sebuah kontrak dan yang menjadikan kontrak itu memiliki kekuatan hukum secara mengikat. Kata sepakat merupakan pertemuan kehendak dari para pihak diantara kepentingan-kepentingan hukum yang berbeda (a meeting of the minds). Apa yang dikehendaki oleh satu pihak juga dikehendaki oleh pihak lain (para pihak menghendaki sesuatu yang sama secara timbal balik).

Asas-asas Dalam Kontrak

Asas artinya dasar, prinsip, atau tumpuan berpikir maupun berpendapat. Dalam kontrak atau perjanjian, asas-asas kontrak adalah dasar pemikiran tentang ketentuan membuat kontrak. Dalam hukum kontrak setidaknya ada 5 asas yang perlu menjadi pedoman dalam membuat kontrak, yaitu asas kebebasan berkontrak, asas konsensualisme, asas kepastian hukum, asas itikad baik dan asas kepribadian.

Apa Bedanya Perjanjian, Perikatan dan Kontrak?

Perikatan, perjanjian, dan kontrak, ketiganya istilah yang tidak asing lagi. Ketiga istilah tersebut kadang saling bersanding, dan dalam prakteknya sering tertukar. Pada prinsipnya, kontrak adalah perjanjian, tapi kontrak punya bentuk yang lebih khusus. Perjanjian adalah perikatan, tapi perikatan tak sebatas hanya perjanjian. Meskipun ketiganya memiliki definisi yang mirip-mirip, tapi ketiganya masih bisa kita bedakan.

Hukum Kontrak dan Pengaturannya Dalam Undang-undang (KUHPerdata)

Ketentuan-ketentuan mengenai kontrak, termasuk persyaratannya, dapat kita kita temui dalam Kitab Undang-undang Hukum Perdata (KUHPerdata), khususnya dalam Buku III Tentang Perikatan. Bagian ini terdiri dari bagian umum dan bagian khusus. Bagian umum, Bab I sampai dengan Bab IV, memuat ketentuan-ketentuan yang berlaku secara umum, sedangkan bagian khusus di Bab V sampai dengan Bab XVII memuat ketentuan-ketentuan khusus perjanjian.

PERSIAPAN MEMBUAT KONTRAK (PERJANJIAN)

Untuk membuat kontrak atau perjanjian, terutama kontrak bisnis, diperlukan persiapan antara lain memeriksa dokumen pendukungnya. Dokumen pendukung ini tidak hanya akan membuktikan kebenaran isi kontrak, tai juga bisa menentukan keabsahan isi kontrak.

MENANDATANGANI PERJANJIAN ATAS NAMA PERUSAHAAN

Menandatangani Perjanjian atau Kontrak atas nama perusahaan, hanya bisa dilakukan oleh Direksi atau Direktur perusahaan. Karyawan perusahaan dapat menandatangani Perjanjian atas nama Perusahaan hanya bila mendapatkan pemberian kuasa dari Direksi/Direktur. Untuk download draf Surat Kuasa Untuk Menandatangani Perjanjian atas nama perusahaan,…

MENGANTISIPASI RESIKO BISNIS DENGAN MEMBUAT KONTRAK

Selain berfungsi sebagai alat bukti hukum, sebuah kontrak bisnis juga merupakan guideline atau SOP dalam mengatur pelaksanaan sebuah kerja sama bisnis. Jadi, selain mempunyai fungsi administrasi, sebuah kontrak bisnis juga mempunyai daya paksa hukum. Hal ini cukup efisien untuk mengantisipasi…

PRINSIP-PRINSIP DASAR DALAM MEMBUAT KONTRAK BISNIS

Dalam membuat perjanjian atau kontrak bisnis, ada setidaknya 5 asas (prinsip dasar) yang harus menjadi pedoman: Asas Kebebasan Berkontrak (Freedom of Contract), Asas Kepastian Hukum (Pact Sunt Servanda), Asas Konsensualisme (Consensualism), Asas Iktikad Baik (Good Faith), Asas Kepribadian (Personality).

Cara Membuat Perjanjian Yang Sah

Sebuah Perjanjian tidak harus dibuat secara tertulis, tapi bisa juga secara lisan, bahkan hanya dalam bentuk tindakan nyata seperti penyerahan barang dan pembayaran harga. Namun apapun bentuknya, sebuah perjanjian hanya dapat mengikat secara hukum apabila terpenuhinya syarat-syarat sahnya perjanjian sesuai…