Tag Archive for syarat perjanjian

Bedanya Perikatan, Perjanjian dan Kontrak

Perikatan, perjanjian dan kontrak adalah istilah-istilah yang tak asing lagi. Ketiganya sering saling bersanding, dan dalam prakteknya sering tertukar. Kontrak adalah perjanjian, tapi kontrak mempunyai bentuk yang lebih khusus dari perjanjian. Perjanjian adalah perikatan, namun perikatan tak sebatas hanya perjanjian.

Untuk Membuat Kontrak, Anda Harus Punya Bisnis

Yang jelas, setiap kontrak punya urusan dan bisnisnya masing-masing, baik dalam kontrak bisnis pengusaha maupun perjanjian kerja karyawan, hanya intensitas tanggung jawabnya saja yang berbeda, sedangkan konsistensi pada hak dan kewajibannya tetap sama

MENYELESAIKAN PERSELISIHAN PELANGGARAN KONTRAK (PERJANJIAN)

Dalam setiap hubungan, tak terkecuali hubungan perjanjian atau kontrak, selalu berpotensi memunculkan konflik. Selain Karena beda penafsiran mengenai pelaksanaan isi kontrak, konflik itu bisa muncul karena salah satu pihak melanggar isi kontrak. Dalam konflik tersebut, pihak yang dapat menyelesaikannya dengan…

MENJAGA KERAHASIAAN INFORMASI PARA PIHAK DI DALAM KONTRAK (PERJANJIAN)

Untuk menjaga efektifitas dan efisiensi pelaksanaan kontrak, sering para pihak harus membeberkan rahasia bisnis dan perusahaannya kepada lawan kontrak. Masing-masing pihak, perlu saling memberikan informasi masing-masing kepada lawan kontraknya demi memenangkan kesepakatan. Dan terkadang, informasi tersebut bersifat rahasia, atau setidaknya…

MENANDATANGANI PERJANJIAN ATAS NAMA PERUSAHAAN

Menandatangani Perjanjian atau Kontrak atas nama perusahaan, hanya bisa dilakukan oleh Direksi atau Direktur perusahaan. Karyawan perusahaan dapat menandatangani Perjanjian atas nama Perusahaan hanya bila mendapatkan pemberian kuasa dari Direksi/Direktur. Untuk download draf Surat Kuasa Untuk Menandatangani Perjanjian atas nama perusahaan,…

MENGANTISIPASI RESIKO BISNIS DENGAN MEMBUAT KONTRAK

Selain berfungsi sebagai alat bukti hukum, sebuah kontrak bisnis juga merupakan guideline atau SOP dalam mengatur pelaksanaan sebuah kerja sama bisnis. Jadi, selain mempunyai fungsi administrasi, sebuah kontrak bisnis juga mempunyai daya paksa hukum. Hal ini cukup efisien untuk mengantisipasi…

PRINSIP-PRINSIP DASAR DALAM MEMBUAT KONTRAK BISNIS

Dalam membuat perjanjian atau kontrak bisnis, ada setidaknya 5 asas (prinsip dasar) yang harus menjadi pedoman: Asas Kebebasan Berkontrak (Freedom of Contract), Asas Kepastian Hukum (Pact Sunt Servanda), Asas Konsensualisme (Consensualism), Asas Iktikad Baik (Good Faith), Asas Kepribadian (Personality). 0

Panduan Praktis Membuat Perjanjian

Berdasarkan Asas Kebebasan Berkontrak, maka pada prinsipnya setiap orang bebas untuk membuat Perjanjian atau Kontrak: tentang apapun, dengan siapapun, dan dalam bentuk yang seperti apapun. Syaratnya, sepanjang memenuhi syarat-syarat sahnya perjanjian (Pasal 1320 KUHperdata) dan tidak melanggar ketertiban umum serta…

Apakah Perjanjian Harus Dibuat Tertulis?

Sewaktu membeli sebotol minuman dingin di mini market di depan komplek rumah anda, anda sudah terikat dengan perjanjian jual beli. Anda hanya perlu mengambil minuman itu di lemari pendingin dan membayar harganya sesui bandrol di mesin kasir. Sampai disitu anda…

Membuat Kontrak/Perjanjian Anda Sendiri Tanpa Bantuan Pengacara

Dalam membuat kontrak atau perjanjian untuk kepentingan hukum anda sendiri, anda tidak diwajibkan untuk menggunakan jasa pengacara/konsultan hukum. Meski demikian, menggunakan jasa konsultan hukum tentulah lebih dianjurkan. Hal ini karena banyak terminologi, logika hukum dan konsepsi hukum yang tidak dipahami…

“Syarat Batal” Perjanjian

Dalam banyak praktek membuat surat perjanjian sering dimajukan klausul sebagai berikut: jika salah satu pihak tidak melaksanakan kewajibannya, maka pihak yang lain dapat membatalkan perjanjian. Sebenarnya klausul semacam ini tidak perlu dimasukan kedalam perjanjian, karena hukum perdata telah menerapkan prinsip umum dalam perjanjian…

Kesepakatan Dalam Perjanjian

Kesepakatan merupakan hidangan penutup dalam sebuah jamuan negosiasi. Sebagai penutup negosiasi, kesepakatan mengikat penawaraan dan penerimaan yang diajukan oleh para pihak secara berlawanan. A tidak akan membeli sebidang tanah milik B jika B tidak menawarkannya kepada A – atau bahkan jika A menawarakannya…

Tujuan Membuat Perjanjian

Tujuan membuat perjanjian seperti juga membuat undang-undang: mengatur hubungan hukum dan melahirkan seperangkat hak dan kewajiban. Perbedaannya, jika undang-undang mengatur seluruh masyarakat, maka perjanjian hanya mengatur pihak-pihak yang menandatanganinya. Demikian pula dalam perjanjian, tujuan utamanya adalah mengatur hubungan hukum dari…