Tag Archive for wanprestasi

Pembelaan Diri Pihak Yang Dituduh Wanprestasi Kontrak

Seorang debitur (orang yang memiliki kewajiban kontrak) yang dituntut karena tuduhan wanprestasi kontrak mempunyai hak untuk melakukan pembelaan diri. Dalam pembelaan diri tersebut, debitur harus mengemukakan alasan-alasannya mengapa ia tidak bersalah dan karenanya tidak dapat dianggap telah melakukan wanprestasi – sehingga tidak wajib menjalani hukuman membayar ganti rugi. Beberapa alasan yang dapat dikemukankan oleh debitur antara lain: karena force majeure (keadaan memaksa), kreditur juga telah melakukan kelalaian, dan kreditur telah melepaskan haknya.

Wanprestasi Kontrak (Ingkar Janji Perjanjian)

Wanprestasi kontrak adalah kebalikan dari prestasi kontrak. Kalau prestasi kontrak adalah melaksanakan sebuah kontrak sesuai komitmen, maka wanprestasi kontrak adalah tidak melaksanakan isi kontrak, dan tidak terlaksananya prestasi itu disebabkan karena kesalahan debitur (orang yang memiliki kewajiban untuk melaksanakan isi kontrak).

Langkah Hukum Jika Lawan Kontrak Ingkar Janji (Wanprestasi)

Dalam kontrak/perjanjian, sering salah satu pihak mengingkari janjinya dengan tidak melaksanakna kewajibannya (wanprestasi). Terhadap tindakan tersebut pertama-tama pihak yang dirugikan dapat mengajukan negosiasi, atau somasi jika tidak menemukan kesepakatan, dan mengambil langkah hukum gugatan perdata jika tidak juga menemukan kata sepakat.

Jika Lawan Kontrak Ingkar Janji (Wanprestasi), Begini Langkah Hukumnya

Dalam kontrak/perjanjian, sering salah satu pihak mengingkari janjinya dengan tidak melaksanakna kewajibannya (wanprestasi). Terhadap tindakan tersebut pertama-tama pihak yang dirugikan dapat mengajukan negosiasi, atau somasi jika tidak menemukan kesepakatan, dan mengambil langkah hukum gugatan perdata jika tidak juga menemukan kata sepakat.

Keadaan Memaksa Atau Force Majeure (Overmacht)

Secara umum, dari pasal-pasal tersebut,  istilah force majeure dapat diartikan sebagai suatu keadaan yang membebaskan seseorang, atau suatu pihak, dari kewajiban melaksanakan isi kontrak atau perjanjian, dan karena tidak dilaksanakannya kewajiban itu maka orang atau pihak tersebut tidak dapat dimintakan ganti rugi.

Wanprestasi Kontrak/Perjanjian

Dalam hukum, sebuah kewajiban kontrak yang tidak dilaksanakan umunya disebut wanprestasi. Jika seorang debitur tidak melaksanakan kewajibannya, katakanlah seorang pembeli barang tidak membayar harga barang yang dibelinya sesuai kontrak, maka debitur atau pembeli tersebut bisa dikatakan telah melakukan wanprestasi.

Membela Diri dari Tuduhan Melanggar Perjanjian/Kontrak (Wanprestasi)

Seorang debitur, yaitu orang yang punya kewajiban membayar utang atau melaksanakan kewajibannya sesuai perjanjian/kontrak, yang dituntut karena melakukan pelanggaran perjanjian (wanprestasi), punya hak untuk membela diri. Kalau Anda, sebagai seorang penjual barang, punya kewajiban mengantarkan barang pesanan ke gudang pelanggan…

MENYELESAIKAN PERSELISIHAN PELANGGARAN KONTRAK (PERJANJIAN)

Dalam setiap hubungan, tak terkecuali hubungan perjanjian atau kontrak, selalu berpotensi memunculkan konflik. Selain Karena beda penafsiran mengenai pelaksanaan isi kontrak, konflik itu bisa muncul karena salah satu pihak melanggar isi kontrak. Dalam konflik tersebut, pihak yang dapat menyelesaikannya dengan…

MENEGUR LAWAN KONTRAK YANG WANPRESTASI DENGAN “SOMASI”

Kalau lawan kontrak Anda melakukan Wanprestasi atau ingkar janji, maka Anda dapat menegurnya dengan mengajukan SOMASI. Surat Somasi merupakan surat teguran atau peringatan yang diajukan oleh salah satu pihak dalam kontrak kepada pihak lawan kontraknya agar konsisten dengan isi kontrak/perjanjian.…

Cara Membuat Surat Gugatan Wanprestasi Kontrak

Untuk mengajukan gugatan wanprestasi kontrak, pertama-tama penggugat harus membuat surat gugatan, menandatanganinya, kemudian mendaftarkan gugatan itu ke kepaniteraan pengadilan negeri. Setelah dilakukan pemeriksaan dan gugatan itu dinyatakan memenuhi syarat, maka pengadilan akan melakukan panggilan sidang dan memeriksa serta memutus sengketa…

Force Majeure Kontrak (Keadaan Memaksa)

Force majeure atau keadaan memaksa (overmacht) juga seperti halnya wanprestasi, suatu keadaan dimana debitur tidak melaksanakan kewajibannya – atau melaksanakannya tapi terlambat. Berbeda dengan wanprestasi, tidak terlaksananya atau terlambatnya pelaksanaan kewajiban dalam force majeure terjadi bukan karena kelalaian, melainkan suatu…

Melayangkan Somasi Wanprestasi Kontrak

Untuk menuntut pembatalan suatu kontrak dan ganti rugi dari debitur, pertama-tama debitur harus wanprestasi, dan wanprestasi itu terjadi karena kesalahan atau kelalaiannya. Tidak dilaksanakannya kewajiban kontrak tidak membuat debitur serta merta (otomatis) berada dalam keadaan wanprestasi. Untuk membuatnya berada dalam…

Format Gugatan Wanprestasi Kontrak

Meski surat gugatan tidak memiliki format baku sebagai syarat formil, namun dalam praktek telah menjadi standar bahwa gugatan itu perlu diajukan dalam format tertentu yang umum. Format tersebut berisi setidaknya: Kompetensi Pengadilan Ke pengadilan mana gugatan harus diajukan? Pada prinsipnya…

Kapan Para Pihak Dianggap Lalai Melaksanakan Perjanjian?

Pasal 1238 Kitab Undang-undang Hukum Perdata (KUHPerdata) menentukan, “Si berhutang adalah lalai, apabila ia dengan surat perintah atau dengan sebuah akta sejenis itu telah dinyatakan lalai, atau demi perikatannya sendiri, ialah jika ini menetapkan, bahwa si berhutang akan harus dianggap…

Menghadapi Sengketa Hukum Perdata

Umumnya suatu hubungan bisnis dijalankan dengan kontrak atau perjanjian agar memiliki kekuatan hukum. Katakanlah bisnis jual beli mobil atau jual beli tanah misalnya. Dalam skala kecil, perjanjian tersebut secara praktik bisnis mungkin tidak terlalu terasa manfaatnya, karena biasanya bisnis dalam…

Penyitaan Paksa Barang Oleh Debt Collector Melanggar Hukum

Tindakan debt collector yang menyita paksa barang, misalnya menyita sepeda motor yang menunggak kredit atau menyita barang-barang di dalam rumah karena belum dapat melunasi hutang pada bank, merupakan perbuatan melanggar hukum. Tindakan menyita secara paksa itu ibaratnya menutup lubang masalah…