Uang Pesangon Karyawan Yang PHK Karena Meninggal Dunia

Bagikan artikel ini

Berapa besarnya uang pesangon untuk karyawan yang meninggal dunia? Jawabannya: tidak ada. Karyawan yang meninggal dunia tidak mendapatkan uang pesangon.

Ketika seorang karyawan meninggal dunia, pada prinsipnya diantara perusahaan dan karyawan terjadi Pemutusan Hubungan Kerja (PHK). Akibat PHK tersebut, sesuai peraturan perundang-undangan, karyawan seharusnya berhak mendapatkan uang pesangon, uang penghargaan masa kerja dan uang penggantian Hak. Tapi karena karyawannya sudah meninggal, maka karyawan tersebut tidak memilik lagi legal standing  sebagai subyek hukum, dan karenanya tidak dapat menyandang hak hukum atas uang pesangon.

Sebagai penggantinya, sesuai PP No. 35 Tahun 2021, karyawan yang meninggal dunia  meskipun tidak mendapatkan uang pesangon tapi ahli warisnya diberikan sejumlah uang. Sejumlah uang untuk ahli waris tersebut kira-kira sama dengan pengganti dari uang pesangon tadi. Dianggap sebagai pengganti uang pesangon karena ukuran menghitung sejumlah uang untuk ahli waris karyawan tersebut adalah nilai uang pesangon sesuai masa kerja karyawannya (Pasal 57 PP No. 35 Tahun 2021).

Besarnya sejumlah uang untuk ahli waris karyawan adalah sama dengan uang pesangon 2 kali ketentuan pasal 40 ayat (2), ditambah uang penghargaan masa kerja sebesar 1 kali ketentuan pasal 40 ayat (3), dan uang penggantian hak sesuai pasal 40 ayat (4) (Pasal 57 PP No. 35 Tahun 2021).

Jadi yang diterima ahli waris dari perusahaan adalah sejumlah uang, yang nilainya sama dengan uang pesangon, ditambah uang penghargaan masa dan uang penggantian hak. Jadi kira-kira nilainya sama, tapi namanya saja yang berbeda.

Misalnya A adalah karyawan perusahaan yang sudah bekerja selama 4 tahun 3 bulan, dengan gaji terakhir Rp. 7.000.000 perbulan. Karyawan A meninggal dunia dan kepada ahli warisnya diberikan sejumlah uang yang besarnya sama dengan Uang Pesangon ditambah Uang Penghargaan Masa Kerja dan Uang Penggantain Hak, sehingga uang yang diterima ahli waris karyawan adalah: 

  • SESUAI MASA KERJA KARYAWAN (4 TAHUN 3 BULAN)

Uang Pesangon

= 4 Bulan Upah (Ketentuan Pasal 40 ayat (2))

= 4 x Rp. 7.000.000

= Rp. 28.000.000

Uang Penghargaan Masa Kerja

= 2 Bulan Upah (Ketenuan Pasal 40 ayat (3))

= 2 x Rp. 7.000.000

= Rp. 14.000.000

  • SESUAI ALASAN PHK KARYAWAN (MENINGGAL)

Uang Pesangon

= 2 x Ketentuan Pasal 40 ayat (2)

= 2 x Rp. 28.000.000

= Rp. 56.000.000

Uang Penghargaan Masa Kerja

= 1 x Ketentuan Pasal 40 ayat (3)

= 1 x Rp. 14.000.000

= Rp. 14.000.000

  • SEJUMLAH UANG UNTUK AHLI WARIS KARYAWAN

= Uang Pesangon + Uang Penghargaan Masa Kerja

= Rp. 56.000.000 + Rp. 14.000.000

= Rp. 70.000.000

(Dadang Sukandar, SH/www.legalakses.com)

Artikel lainnya:

Dokumentasi Legal Ketenagakerjaan Perusahaan