Wajib Dibayar: Uang Kompensasi Karyawan Kontrak (PKWT)

Bagikan artikel ini

Sebelum berlakunya Undang-undang Cipta Kerja, Karyawan Kontrak (PKWT) yang habis masa kontraknya tidak mendapatkan kompensasi apapun. Sejak berlakunya Undang-undang Cipta Kerja, mulai tahun 2021 Karyawan Kontrak yang berakhir masa kontraknya berhak mendapatkan Uang Kompensasi.

Ketentuan pelaksana UU Cipta Kerja mengenai Uang Kompensasi ini selanjutnya diatur dalam Peraturan Pemerintah Nomor 35 Tahun 2021. Sesuai Pasal 15 ayat (1) Peraturan Pemerintah tersebut, Perusahaan (Pengusaha) wajib memberikan Uang Kompensasi kepada Karyawan Kontraknya (Pekerja). Perhitungan dan pembayaran Uang Kompensasi itu dilakukan ketika masa kontraknya berakhir.

Sesuai ketentuan di atas, pada prinsipnya hak Uang Kompensasi seorang Karyawan Kontrak telah lahir pada saat penandatanganan kontrak kerja (PKWT). Pada saat itulah diantara Perusahaan dan Karyawan mulai terjalin hubungan kerja dan munculnya hak Uang Kompensasi. Meskipun telah muncul hak, namun Uang Kompensasi tersebut baru bisa dibayarkan ketika masa kerja Karyawan berakhir.

Jika kemudian masa kontrak Karyawan diperpanjang, maka Karyawan Kontrak yang bersangkutan juga memiliki hak Uang Kompensasi atas jangka waktu perpanjangan masa kontraknya. Misalnya seorang Karyawan dikontrak untuk masa kerja 12 bulan, kemudian masa kontrak itu diperpanjang lagi selama 12 bulan (total 24 bulan), maka Karyawan Kontrak tersebut berhak mendapatkan 2 kali Uang Kompensasi. Uang Kompensasi pertama dibayarkan pada akhir masa kontrak PKWT pertama, dan Uang Kompensasi kedua dibayarkan di akhir perpanjangan masa kontraknya. Demikian seterusnya jika masa kontrak karyawan tersebut diperpanjang lagi.

Sesuai Pasal 16 ayat (1) PP No. 35 Tahun 2021, besarnya Uang Kompensasi diperhitungkan berdasarkan masa kerja Karyawan dengan rumus:

  • Masa kerja kurang dari 1 bulan

Karyawan tidak mendapatkan Uang Kompensasi.

  • Masa kerja 1-12 bulan

Uang Kompensasi = (Masa Kerja/12) x 1 Bulan Upah

  • Masa kerja 12 Bulan.

Uang Kompensasi = 1 Bulan Upah

  • Masa kerja lebih dari 12 bulan

Uang Kompensasi = (Masa Kerja/12) x 1 Bulan Upah

Jika komponen upah karyawan terdiri dari Upah Pokok dan Tunjangan Tetap, maka ukuran 1 Bulan Upah yang digunakan dalam menghitung rumus di atas adalah total Upah Pokok ditambah Tunjangan Tetapnya. Dan jika di dalam upah Karyawan terdapat komponen Tunjangan Tidak tetap, maka Tunjangan Tidak Tetap tersebut tidak dapat digunakan untuk menghitung besarnya 1 Bulan Upah sesuai rumus diatas – yang diperhitungkan sebagai 1 Bulan Upah hanya Upah Pokoknya saja.

Keadaan lain yang mungkin terjadi adalah masa kontrak Karyawan diakhiri (terminated) sebelum masa kontrak sesuai perjanjiannya berakhir. Misalnya, Karyawan dikontrak untuk masa kerja 12 bulan, tapi baru berjalan 8 bulan masa kontraknya sudah diakhiri. Perhitungan waktu mana yang digunakan sebagai masa kerja untuk menghitung Uang Kompensasi? Masa kontrak sesuai perjanjian, atau masa kerja faktualnya?

Sesuai Pasal 17 PP No. 35 Tahun 2021, perhitungan waktu masa kerja yang digunakan adalah masa kerja yang telah dilaksanakan. Dalam kondisi diatas, masa kerja yang digunakan sebagai perhitungan Uang Kompensasinya adalah 8 bulan, sehingga besarnya Uang Kompensasi Karyawan = (8/12) x 1 Bulan Upah.

Dalam beberapa kasus, salah satu trick Perusahaan untuk menghindari pembayaran Uang kompensasi kepada Karyawan Kontrak adalah dengan memasukan klausul penyangkalan di dalam perjanjian kerjanya (PKWT). Biasanya klausul tersebut berbunyi: Perusahaan tidak wajib membayar kompensasi apapun kepada Karyawan jika masa kontrak kerja PKWT berakhir.

Secara hukum, klausul tersebut adalah batal demi hukum. Menjadi batal demi hukum karena dasar pembayaran Uang Kompensasi adalah perintah Peraturan Perundang-undanga, sementara klausul tersebut bertentangan dengan PP No. 35 Tahun 2021. Secara hukum, klausul perjanjian kerja yang bertentangan dengan peraturan perundang-undangan menjadi batal demi hukum. Dengan demikian, dasar kewajiban pembayaran Uang Kompensasi adalah perintah undang-undang, dan bukan kesepakatan bersama dalam perjanjian kerja.

So, buat kamu yang statusnya Karyawan Kontrak dan masa kontraknya sudah berakhir, jangan meninggalkan perusahaan begitu saja ya, tanyakan dulu Uang Kompensasinya (Dadang Sukandar, SH/www.legalakses.com).

Artikel lainnya:

Dokumentasi Legal Ketenagakerjaan Perusahaan